04 Januari 2019 | Dilihat: 200 Kali
ADA APA DENGAN RENCANA PROYEK TOL PASIRKOJA-SUCI
noeh21
 

HiTvBerita.com - BANDUNG | PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ) berencana membuat North South Link (NS-Link) atau tol dalam kota mulai dari Pasirkoja hingga Suci (Masjid Pusdai), Kota Bandung, sepanjang kurang lebih 14,3 KM.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan proyek tersebut akan dibangun secara konsorsium yang salah satunya berasal dari BUMD Pemprov Jabar. Pemkot Bandung sebagai tuan rumah hanya memproses dan mengeluarkan izin.
"Ini merupakan perencanaan sejak lama," ujar Oded kepada wartawan, Kamis (3/1/2019).

Selain itu nantinya ujung proyek di Masjid Pusdai atau Jalan Suci akan tersambung dengan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) yang merupakan tol dalam kota dari Tol Pasteur menuju Ujungberung dan berakhir di KM 149 Gedebage.

"Mungkin sekarang ini yang dimulai pembangunan ini dulu (NS-Link). Kalau dikatakan butuh atau tidak butuh, da nanti juga terkoneksi. Perlu waktu. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi," katanya.

Bagi Oded pembangunan NS-Link akan membawa dampak positif bagi Kota Bandung. Terlebih baginya pembangunan tersebut sejalan dengan visinya yakni partisipatif anggaran dari pihak ketiga tanpa mengandalkan APBD.

Menurut Oded, pemerintah akan terus mengupakan berbagai hal untuk mengatasi kemacetan di Kota Bandung. Selain mengandalkan infrastruktur, pemerintah terus mendorong agar warga beralih pada transpotasi massal.

"Contoh, kemarin kita dapat (hibah) 15 bus baru. Kalau pakai anggaran saya rasa tidak mampu. Maka dengan misi partisipatif, itulah caranya. Jadi infrastruktur tetap disiapkan, dikerjakan. Tapi program-program transportasi massal tetap kita lakukan," katanya.

Ditempat yang berbeda, Anggota DPRD Kota Bandung Folmer Siswanto Silalahi menyoroti rencana pembangunan tol dalam kota North South Link (NS-Link) dengan rute Pasirkoja-Suci (Masjid Pusdai), Kota Bandung. Ia merasa proyek itu belum ada urgensinya dibanding dengan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR) yang merupakan tol dalam kota dari Tol Pasteur menuju Ujungberung dan berakhir di KM 149 Gedebage.

Folmer mengatakan setiap pembangunan pasti sangat berpengaruh pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bandung. Sehingga perlu ada perubahan atau revisi sebelum pembangunan dilakukan.

"Jadi tidak bisa sekonyong-konyong berdasarkan kebutuhan begitu, kemudian main dibangun. Itu akan merusak pola ruang peruntukan yang ada di Kota Bandung dengan alasan hanya persoalan kemacetan," kata Folmer, Jumat (4/1/2/019).


Menurut Folmer setiap pembangunan harus dilihat dari berbagai sisi seperti dampak sosial, ekonomi, hingga politik.

"Nah ini yang kadang-kadang Pemkot Bandung tidak konsisten dengan Perda-nya sendiri. Kalau kajian hanya dilihat dari sisi faktor ekonomi, ya (tol) bisa saja sangat dibutuhkan. Tapi kalau dari sisi pemanfaatan ruang, tentu harus dilihat lagi," ucapnya.

Politisi PDIP itu khawatir pembangunan tol tersebut malah berdampak sangat mengkhawatirkan bagi jalur yang dilewatinya. Sehingga ia meminta sebelum benar-benar dibuat, seluruh perencanaan harus detail dan tidak membuat dampak negatif ke depannya.

"Kenapa kita tidak segera merealisasikan tol BIUTR. Kenapa itu enggak kita dorong bersama-sama. Padahal (BIUTR) itu sudah ada dalam Perda, sudah ada jalur itu. Kenapa enggak itu yang kita upayakan untuk direalisasikan," ujarnya.

Jika dilihat dari sisi kebutuhan, kata Folmer, justru BIUTR yang paling mendesak baik secara aturan, kajian dan kebutuhan sudah sejak lama direncanakan.
“Nah ini yang saya katakan bisa lihat dari sisi politis, ganti pemimpin, ganti kebijakan, ganti program, yang jadi korban kan masyarakat, tata ruang Kota Bandung," ucapnya.

Angota Komisi C DPRD Kota Bandung itu berharap sebelum menentukan untuk mendukung pembangunan NS-Link, pemerintah bisa berpatokan pada kebutuhan dan Perda yang sudah ada sebelumnya.

"Intinya, kenapa enggak yang timur dulu (BIUTR). Kan pintu masuk orang Jabar itu Pasteur, kalau jadi itu kan tersambung ke Ujungberung, Gedebage, Sumarecon dan SOR Gedebage sebagai pusat aktivitas olahraga. Itu (BIUTR) ada rasionalisasinya, bisa diterima alasannya," pungkas Folmer.

HAS/JAJA

Terkait

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077