19 Juni 2019 | Dilihat: 110 Kali
ANTISIPASI KEKERINGAN SAWAH DI KEBUMEN
noeh21
 

HiTvBerita.com - KEBUMEN | Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) melakukan pemantauan kekeringan tanaman padi di Kabupaten Kebumen. Hasilnya ditemukan beberapa lokasi yang terancam kering, di antaranya di Kecamatan Bulus Pesantren dan Petanahan.

Luas tanaman padi sawah (standing crop) yang terancam kering pada Musim Tanam kedua (MT II) di Bulus Pesantren mencapai 213 Ha. Lebih rinci, ancaman kekeringan itu meliputi area sawah Desa Indrosari dengan luas 6 Ha, Desa Sangubanyu 30 Ha, Desa Ambalkumolo 9 Ha, Desa Bocor 14 Ha, Desa Waluyo 4 Ha, dan Desa Sidomoro 160 Ha. Saat ini umur padi di sana sudah 30 hari setelah tanam (HST).

Kemudian untuk Kecamatan Bulus Pesantren, pemantauan difokuskan di Desa Sidomoro, Desa Tanjungsari, dan Desa Bocor. Hasilnya diketahui persawahan di Desa Sidomoro yang paling terancam.

"Penyebab kekekeringan yang melanda Kecamatan Bulus Pesantren karena pengurangan suplai air dari Waduk Wadaslintang ke jaringan irigasi. Selain itu juga karena musim kemarau yang maju, Bulan April curah hujan rendah dan Bulan Mei sudah tidak ada hujan. Sementara awal masa tanam mengalami kemunduran," jelas Direktur Jenderal PSP Kementan Sarwo Edhy, Senin (17/06/2019).

Ia juga mengatakan bahwa telah dilakukan upaya penyelamatan tanaman padi di semua desa itu. Di antaranya dengan menerapkan sistem gilir giring selama 6 hari mendapatkan 1 hari pengairan sawah. Sistem tersebut dilakukan dengan memaksimalkan pompa bantuan pemerintah berukuran 3 inc.

Perlu diketahui bahwa pada 2018 Kabupaten Kebumen mendapatkan alokasi pompa air sebanyak 15 unit (3 inch) dari Kementan. Semua pompa itu sudah terdistribusi secara merata di daerah-daerah yang berpotensi mengalami kekeringan. Meski begitu upaya tak sampai di sana, sebab akan dikerahkan juga pompa dengan kapasitas yang lebih besar.

"Akan diupayakan pompa dengan kapasitas yang lebih besar (6 inc) agar dapat mengalirkan air dari saluran irigasi di Desa Tanjungsari ke saluran irigasi tersier yang menuju Desa Sidomoro, sehingga dapat menambah ketersediaan air," tambahnya.

Sementara di Kecamatan Petanahan, luas standing crop yang mengalami kekeringan mencapai 20 Ha pada umur tanaman 12 HST. Kejadian kekeringan ini baru pertama kali terjadi di sana.

"Kekeringan tanaman padi pada Kecamatan Petanahan ini disebabkan oleh kondisi iklim dimana musim kemarau maju, masa tanam mundur, air irigasi dari DI Wadaslintang tidak bisa mencapai Petanahan karena kondisi saluran irigasi tersier belum permanen sehingga banyak terjadi kehilangan air, dan tidak bisa menggunakan air tanah karena air berminyak dan asin," ucap Sarwo Edhy.

Untuk itu solusi yang sedang diupayakan yakni menerapkan sistem gilir giring setiap 6 hari sekali mendapat giliran 1 hari untuk pengairan. Selain itu juga dilakukan rehabilitasi saluran irigasi tersier sejauh 300 meter.

OTHONE 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077