29 Desember 2018 | Dilihat: 135 Kali
DIRUT BANDARA KERTAJATI DICOPOT
noeh21
 

HiTvBerita.com – BANDUNG  | Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah melakukan revitalisasi besar-besaran di tubuh BUMD Jawa Barat. Setelah sebelumnya BJB, sekarang giliran PT Bandarudara Internasional Jawa Barat atau BIJB dirombak manajemennya.
“Gak hanya BIJB, ini adalah kebijakan untuk semua BUMD. Tidak spesifik satu BUMD tapi di seluruh BUMD. Kan dimulai dari Bank BJB,” kata dia di Bandung, Jumat, 28 Desember 2018.

Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS PT Bandarudara Internasional Jawa Barat atau BIJB yang berlangsung dua hari lalu, Rabu, 26 Desember 2018, mengesahkan pemberhentian Virda Dimas Ekaputra sebagai Direktur Utama, dan Agus Sugeng Widodo, Direktur Operasi Dan Pengembangan Bisnis. Sedangkan Direktur Keuangan dan Umum Muhamad Singgih masih dipertahankan.

Hasil RUPS juga hanya menyisakan satu komisaris yakni Mohamad Arifin Soedjayana, Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Jawa Barat, sebagai perwakilan pemegang saham. Mohamad Iksan Tatang selaku Komisaris Utama diberhentikan, sementara Aang Hamid Suganda mengundurkan diri sebagai komisaris PT BIJB.

Ridwan Kamil mengatakan, perombakan manajemen PT BIJB merupakan bagian dari rencananya merombak semua BUMD milik Jawa Barat.
“Semua BUMD ini akan direformasi direksi dan komisarisnya dengan Fit and Proper yang saya awasi langsung, artinya yang lama-lama ini juga boleh ikutan lagi gak ada masalah,” kata dia.

Menurut Ridwan Kamil, kriteria kandidat direksi dan komisaris yang dicari, bisa meyakinkan kinerja BUMD akan menangguk untung. “Kebanyakan BUMD ini merugi, tidak memberikan keuntungan kecuali Bank BJB, sehingga saya bedah dan saya harus berikan indikator-indikator baru,” kata dia.

Ridwan Kamil mengklaim, proses seleksi mencari pengisi direksi dan komisaris baru seluruh BUMD akan rampung dalam sebulan. Proses seleksi, dimulai dari pengumuman akan dimulainya sejak Januari 2019.
“Kita sudah pengalaman. Minimal sebulan sudah on lagi,” kata dia.

Ridwan Kamil mengatakan, akan mengawasi sendiri proses seleksi direksi dan komisari semua BUMD Jawa Barat. Tidak ada masalah kalau orang lama ternyata masih bisa kompetitif, akan dimonitor langsung untuk memastikan visi misi 5 tahun terkejar.
“Bagaimana meyakinkan agar porfitable. Kalau tiap tahun hanya minta duit dari pemprov menurut saya gak begitu. Saya akan tantang itu,” ucapnya.

Sementara itu, Asisten Daerah Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Jawa Barat, Eddy Iskandar Muda Nasution mengatakan, BIJB belum termasuk kategori BUMD yang merugi.
“Tapi mendekati kritis, karena sudah harus jatuh tempo membayar hutang-hutangnya di tahun depan ini,” kata dia di Bandung, Jumat, 27 Desember 2018.

Eddy mengatakan, masuknya PT Angkasa Pura II masih terkatung-katung karena belum tuntasnya Shareholder Agreement pembelian saham PT BIJB. Sementara setoran dana PT Aangkasa Pura II lewat pembelian saham itu, setara 25 persen senilai Rp 900 miliar dibutuhkan untuk menutup pembiayaan pembangunan fasilitas terminal Bandara Kertajati yang dibiayai dari kredit sindikasi BPD Syariah.
“Kalau AP II masuk 25 persen, ketutup semua,” pungkasnya.

HAS

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077