12 Januari 2019 | Dilihat: 347 Kali
IKAN CAROANG SERANG NELAYAN PANGANDARAN HINGGA TEWAS
noeh21
 

HiTvBerita.com – PANGANDARAN | Seorang nelayan di Kabupaten Pangandaran, Andri Susanto (40), tewas diserang ikan yang disebut warga setempat Caroang atau ikan cendro, pada saat Andi sedang melaut, Jumat (11/1/2019) dini hari.

Rekan korban sekaligus saksi mata, Menik (33) menuturkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, kata Menik, ia dan lima orang kru nelayan, termasuk korban, melaut untuk mencari lobster di kawasan Batu Bodas, tepian Cagar Alam Pangandaran, yang berjarak sekitar 30 menit perjalanan dari daratan.

Kerika sedang menyelam mencari lobster, kata Menik, korban keluar dari air dan mendekati salah seorang kru untuk meminta pertolongan.

"Katanya ada yang menggigit di leher," kata Menik.

Saat itu juga, Menik melanjutkan, kru langsung berkemas dan pulang ke darat. Sayang, korban mengembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan di perahu.

"Karena tengah malam enggak ada mobil, kita bawa pakai motor ke Puskesmas. Pas di Puskesmas, petugas medis menyatakan Andri sudah wafat akibat urat lehernya tertusuk," ujar Menik.

Kasus serangan ikan Caroang alias Cendro yang menewaskan Andri (40), nelayan di Kabupaten Pangandaran, mengundang penasaran banyak orang tentang bentuk ikan ini. Selain di kalangan komunitas pemancing dan nelayan, memang si ikan pelari cepat ini tak banyak dikenal warga umum.

Memiliki nama latin Tylosurus crocodilus, Caroang dikenal di luar negeri dengan sebutan Houndfish (ikan anjing) atau Crocodile Needlefish (ikan buaya jarum). Julukan-julukan seram yang diberikan padanya memang menggambarkan penampilan si ikan.

Ikan ini memiliki badan bulat dan memanjang seperi batang pohon, serta memiliki mulut yang lancip dan gigi tajam. Dengan karakternya sebagai ikan pelari cepat dan bisa melompat ke permukaan, tak heran ikan ini bisa melukai.

Ikan tipe pelagis atau hidup di permukaan ini tergolong ikan penyendiri atau hanya berkumpul di grup-grup kecil, terutama di sekitar perairan pantai dan terumbu karang. Memiliki karakter fototaksis positif, ikan ini tertarik terhadap sumber cahaya.

Berat maksimum ikan ini bisa mencapai panjang 1,5 meter dan berat hingga 4,5 Kg. Di kalangan pemancing profesional, ikan ini ditakuti karena agresivitasnya yang berpotensi melukai.

Ikan ini hidup di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Di daerah Pangandaran dan Cilacap, ikan ini banyak diburu para pemancing tradisional di tepian pantai.

Somantri Sanjaya (31), salah seorang penghobi mancing menceritakan, ikan Caroang sangat populer di kalangan para pemancing tradisional di Pangandaran. Banyak warga, kata dia, biasa memancing Caroang di sekitar hutan Cagar Alam Pananjung, karena tempat tersebut adalah salah satu habitatnya.

"Memang memancing ikan ini butuh teknik khusus. Agar tidak agresif saat diangkat, biasanya dibiarkan lelah dulu 5 sampai 7 menit," pungkas Somantri.

HAS/JAJA

Terkait

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077