16 Januari 2019 | Dilihat: 142 Kali
PEDAGANG BAKAR BAN SAAT DITERTIBKAN
noeh21
 

HiTvBerita.com - KENDARI |  Ratusan pedagang Pasar Panjang, yang terletak di Jalan Sorumba, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari melawan saat dilakukan penertiban yang dilakukan Pemerintah Kota Kendari sehingga akhirnya ricuh, Rabu (16/1/2019).

Penolakan tersebut sudah mulai ditampakkan saat pedagang menghadang dengan membakar ban di persimpangan jalan menuju lapak pedagang. Tidak hanya itu, pedagang juga menyiapkan parang dan batu untuk menghalau rencana penertiban yang akan dilakukan Satpol PP Kota Kendari yang di-back up pihak kepolisian.

Rencana penertiban oleh pemerintah bertujuan agar pedagang bisa segera direlokasi ke Pasar Sentral Wuawua, yang berjarak kurang-lebih 2 km dari Pasar Panjang. Pasalnya, pedagang yang berjualan di Pasar Panjang saat ini merupakan korban kebakaran dari Pasar Sentral Wuawua, yang mengalami kebakaran pada 2010.

Namun, setelah beberapa tahun pemerintah sudah membangun kembali Pasar Sentral Wuawua dan sejak 2018 telah diresmikan. Namun, setelah satu tahun, pedagang tidak juga mau pindah ke Pasar Sentral Wuawua, yang telah disediakan pemerintah. Karena itu, sebagian kecil pedagang yang sudah berjualan di Pasar Sentral Wuawua sering mengeluh tidak adanya pembeli karena Pasar Panjang masih beroperasi.

Bram, perwakilan pedagang, mengatakan pihaknya menolak ditertibkan dengan alasan pedagang yang ada saat ini membangun di atas lahan milik pribadi.

"Tidak ada perda yang mengatur jika kita membangun lapak di atas lahan sendiri maka tidak boleh berjualan. Jika sudah ada perdanya, maka kami akan pindah," ujarnya.

Pedagang menilai pemerintah tidak seharusnya melarang pedagang yang ingin berjualan karena semua fasilitas yang ada saat ini dibangun sendiri.

Leha, salah seorang penjual sayur, mengatakan tidak ingin pindah karena keadaan Pasar Sentral Wuawua masih sangat sepi.

Wali Kota Kendari Sulkarnain menuturkan selama kurang-lebih satu tahun pihaknya sudah memberikan kesempatan kepada pedagang untuk menertibkan dan membongkar lapak sendiri, lalu pindah ke pasar yang telah disediakan, tapi tidak diindahkan.

"Sudah dikasi kesempatan, tapi tidak pernah dijalankan. Masyarakat harus paham bahwa tata kota kita di Jalan Sorumba tidak diperuntukkan untuk pasar karena pemerintah sudah menyediakan dan membangun pasar," tuturnya.

Karena tidak menemukan titik terang dan pedagang juga berkeras, penertiban pun ditunda. Mediasi akan dilakukan di DPRD Kota Kendari pada Senin (21/1/2019) mendatang.

Upaya penertiban pasar yang dilakukan Pemerintah Kota Kendari harus tertunda karena pedagang mengancam akan melakukan keributan jika dipaksa.

IQBAL

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077