15 Januari 2019 | Dilihat: 329 Kali
POLEMIK NAMA TOL BALI MANDARA DIGANTI
noeh21
 

HiTvBerita.com - DENPASAR | Rencana penggantian nama Tol Bali Mandara menjadi Tol I Gusti Ngurah Rai menuai polemik. Muncul dugaan perubahan nama itu untuk menghapus jejak pembangunan era Gubernur Made Mangku Pastika.

Tol Bali Mandara merupakan proyek tol pertama yang dibangun di Bali. Memiliki panjang sekitar 12 km dan sebagian besar dibangun di atas laut. Ruas tol ini menghubungkan kawasan Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa dan diresmikan oleh Presiden SBY.


Nama Jalan Tol Bali Mandara ditetapkan berdasarkan SK Menteri Pekerjaan Umum Nomor 538/KPTS/M2014 tanggal 8 Oktober 2014.

Usulan Koster mengubah nama tol itu menuai polemik. Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry tak setuju dengan wacana penggantian nama tersebut. Menurutnya, tak relevan jika penggantian nama jalan tol itu hanya karena menyatu dengan bandara. Dia menyatakan pemberian nama Tol Bali Mandara, sebagai warisan infrastruktur era pemerintah sebelumnya, sebaiknya dihormati.

"Nama Bandara I Gusti Ngurah Rai merupakan penghormatan tertinggi di tingkat ibu kota provinsi, sama halnya dengan Bandara Soekarno-Hatta untuk ibu kota negara. Memberikan apresiasi terhadap program monumental pemerintahan sebelumnya hendaknya terus dijaga konsisten, begitu juga ketika nanti Gubernur Koster berhasil menorehkan sebuah pembangunan monumental di Bali ini, melalui visi-misinya, sudah tentu saya mendukung sepenuhnya," cetus Sugawa, Selasa (27/11/2018).

Senada dengan Sugawa, Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba, yang membidangi pekerjaan umum hingga perhubungan, juga tak sepakat dengan penggantian tersebut. Sebab, menurutnya, perubahan nama itu hanya menuai polemik.

"Belum, itu masih polemik, masih banyak kerjaan lain untuk menyejahterakan rakyat, apa sih itu diributkan. Tetapi, kalau itu diganti nama, mungkin langsung digratiskan, itu top, hebat, keren.... Kalau hanya diganti, saja apalah arti sebuah nama. Pak Wayan Koster itu Jalan Tol Denpasar-Gilimanuk atau Singaraja, (bisa dibikin pakai nama) Nangun Sat Kerthi apa itu," kata Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba.


Gubernur I Wayan Koster pun menyanggah dan angkat bicara. Di hadapan para anggota Dewan, Senin (14/1/2019) kemarin, dia menegaskan usulan penggantian nama itu tak berniat menyinggung Made Pastika dan sudah melalui banyak kajian.

"Tentang perubahan nama Jalan Tol Bali Mandara menjadi Tol I Gusti Ngurah Rai memang betul, saya sebagai Gubernur memang mengajukan perubahan nama tersebut kepada Menteri Pekerjaan Umum," kata Koster di sela rapat bersama DPRD Bali, Jl Dr Kusuma Atmaja, Denpasar, Bali, Senin (14/1).


Koster berdalih penggantian nama itu dilakukan agar nama pahlawan I Gusti Ngurah Rai menjadi ikon di Bali. Sebab, beberapa wilayah di area tol tersebut menggunakan nama I Gusti Ngurah Rai.

"Dengan pertimbangan agar di situ nama Bandaranya I Gusti Ngurah Rai, kemudian di situ ada patung I Gusti Ngurah Rai, sepanjang jalan sampai bypass itu I Gusti Ngurah Rai. Maka menurut saya setelah berdiskusi ke berbagai pihak wilayah itu seluruhnya perlu dinamai satu kesatuan ikon," terangnya.

"Karena itu, Jalan Tol I Gusti Ngurah Rai, sama sekali tidak ada niat meniadakan nama yang dibuat gubernur sebelumnya, sama sekali tidak. Tapi semata-mata ini untuk kepentingan menyatukan ikon transportasi tersebut," sambung Koster.

Meski begitu, usulan perubahan nama ini juga belum mendapat lampu hijau dari Kementerian Pekerjaan Umum. Hingga saat ini, Koster mengaku masih menunggu jawaban dari pihak terkait.

"Itu usulan kami kepada Menteri Pekerjaan Umum, kami belum dapat jawaban apakah disetujui atau tidak, tapi apa pun pandangan-pandangan terkait hal ini kami jadi perhatian. Terima kasih," pungkas Koster.


OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077