16 Desember 2018 | Dilihat: 241 Kali
RAMAI-RAMAI BAKAR RIBUAN E-KTP
noeh21
 

HiTvBerita.com – BANDAR LAMPUNG | Pemerintah Kabupaten/Kota di Lampung merespons cepat isu KTP elektronik (e-KTP) rusak yang menjadi polemik nasional belakangan ini. Sejumlah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Lampung serentak membakar dokumen kependudukan yang invalid dan rusak.

Di Lampung terdapat lima pemda yang melakukan pemusnahan e-KTP invalid dan rusak. Kelimanya yakni Disdukcapil Bandar Lampung, Lampung Utara, Lampung Selatan, Tanggamus, dan Lampung Barat Jumat (14/12) kemarin.

Pemusnahan dengan cara dibakar tersebut sesuai surat edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bernomor 470.13/11176/SJ tertanggal 13 Desember 2018. Adapun e-KTP yang dimusnahkan adalah yang invalid dan rusak. Invalid artinya terjadi kesalahan data dalam hasil pencetakan, seperti salah nama, salah tempat atau tanggal lahir serta salah alamat.

Kepala Disdukcapil Lampung, Ahmad Saefullah, mengatakan, surat edaran itu sudah ditindaklanjuti dengan melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama Kabupaten/Kota.

Ia memastikan, dokumen-dokumen negara yang ada di daerah tersimpan di gudang arsip yang aman dari pencurian.
"Kalau yang dimaksud gudang dokumen negara, itu khusus Dukcapil di bawah pengelolaan Ditjen Dukcapil. Tetapi, kalau di daerah, sebelum dikirim ke pusat maka penyimpanan harus di gudang arsip atau dokumen yang aman dari pencurian. Seperti harus terkunci dan tidak boleh sembarang orang masuk gudang itu," jelas Ahmad.

Kepala Disdukcapil Kota Bandar Lampung, A Zainuddin, mengatakan sudah memusnahkan 4.313 keping e-KTP invalid dan rusak pada Jumat kemarin.

"Rusaknya macam-macam. Ada yang rusak karena patah, tak terbaca lagi tulisannya, foto tak terlihat dan sebagainya. Kemudian juga yang invalid, misalnya karena perpindahan alamat, perubahan status dan lainnya," kata Zainuddin, kemarin malam.

Blanko rusak dan invalid tersebut, lanjut Zainuddin, sebelumnya sudah dilakukan pengguntingan agar tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Kemarin (Kamis 13/12), kami dapat edaran dari Kemendagri agar blanko yang rusak dan invalid tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar. Untuk itu, kami tindak lanjuti dengan melakukan pemusnahan tadi. Ada berita acaranya dan dihadiri juga oleh instansi terkait seperti Inspektorat," jelas Zainuddin.

Blanko e-KTP yang dimusnahkan tersebut, terus Zainuddin, merupakan blanko yang rusak dan invalid sejak 2016 sampai 2018.

Meski demikian, kata Zainuddin, kemungkinan juga ada blanko yang dari tahun-tahun sebelumnya yang rusak dan invalid yang sudah kami himpun dan kumpulkan. Rata-rata memang dari 2016-2018. Tapi bisa juga dari tahun sebelumnya ada," ucap Zainuddin.
 
Caption

Sementara itu, Disdukcapil Lampung Utara memusnahkan 7.581 blangklo e-KTP yang rusak dan invalid. Jumlah ini merupakan yang terbanyak di antara pemda di Lampung yang melakukan pemusnahan.

Plt Kepala Disdukcapil Lampura, Tien Rostina, mengatakan, e-KTP yang dimusnahkan merupakan cetakan tahun 2011 hingga 2013. Pemusnahan dihadiri Kabagops Polres Lampura Komisaris Nelson F Manik dan Kepala Badan Kesbangpol Lampura Firmansyah.
"Pemusnahan e-KTP ini langkah antisipasi supaya tidak terjadi lagi kasus tercecernya atau sengaja dibuang e-KTP," kata Tien, kemarin.

Ditempat yang sama, Kabagops Polres Lampura Komisaris Nelson F Manik mengatakan, institusi kepolisian mendukung pemusnahan e-KTP yang rusak dan invalid untuk mengantisipasi terulang kejadian e-KTP yang tercecer.
"Ini langkah yang sangat bagus, untuk antisipasi tindakan kecurangan dalam penggunaan KTP elektronik," jelasnya.

Anggota DPRD Lampura Ali Darmawan juga mengapresiasi langkah pemusnahan e-KTP dengan cara dibakar.
"Kalau hanya disimpan dan digunting saja seperti sebelumnya, tentu dapat disalahgunakan oleh oknum tidak bertanggungjawab," tegasnya.

VERTI

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077