20 Desember 2018 | Dilihat: 199 Kali
DI 2018 INVESTASI INDUSTRI MANUFAKTUR ANJLOK 17 PERSEN
noeh21
 

HiTvBerita.com – JAKARTA | Kementerian Perindustrian menyebutkan investasi di industri pengolahan non-migas (manufaktur) hanya Rp 226,18 triliun sepanjang 2018, atau merosot 17,69 persen dari capaian tahun lalu Rp 274,8 triliun.

Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang diolah Kemenperin, investasi sektor manufaktur pada 2017 juga merosot dari tahun 2016 yang mencapai Rp335,8 triliun. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya, investasi sektor manufaktur selalu tumbuh.

Menteri Perindustrian Airlangga mengatakan harmonisasi dan sinkronisasi regulasi investasi membutuhkan waktu untuk berjalan optimal. Meskipun tren investasi melambat dalam dua tahun terkahir, Airlangga meyakini pembaharuan regulasi tersebut mampu mendorong investor masuk ke Indonesia.

Pada November lalu, pemerintah telah menerbitkan revisi aturan fasilitas libur pajak atau tax holiday yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 150/PMK.010/2018 Tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan (PPh Badan). Dalam aturan tax holiday yang baru, pemerintah memperluas sektor penerima fasilitas libur pajak.

"Tentunya ada kepastian bagi investor untuk masuk, utamanya dengan kepastian tax holiday melalui OSS (Online Single Submission)," ujar Airlangga di kantornya, Rabu (19/12/2018).

Airlangga mengaku telah mengantongi beberapa investasi pada 2019. Ada investasi dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sebesar US$5,4 miliar dan PT Lotte Chemical US$3,5 miliar untuk kebutuhan ekspansi perusahaan.

Airlangga juga menyebut dua pabrikan otomotif global, yaitu Volkswagen dari Jerman dan Hyundai dari Korea Selatan berencana untuk menanamkan investasi di Indonesia. Selain itu, perusahaan manufaktur elektronik asal Taiwan Pegatron Corporation yang merakit ponsel iPhone akan membangun pabrik di Batam mulai medio 2019 mendatang.

"Kemudian ada relokasi ekspansi dari industri tekstil, clothing (pakaian), footwear (tekstil dan produk tekstil/TPT). Ini karena ada trade war (perang dagang) China-AS jadi ada pengaruhnya," kata Airlangga.

Untuk tahun ini, lima sektor dengan investasi terbesar antara lain, sektor barang logam, komputer, barang elektronika, mesin, dan perlengkapan sebesar Rp58,2 triliun, sektor makanan dan minuman sebesar Rp56,2 triliun, sektor kimia sebesar Rp48,69 triliun, sektor alat angkutan sebesar Rp 17,44 triliun, dan sektor tekstil dan pakaian jadi sebesar Rp 8,75 triliun.

Sedangkan untuk ekspor industri nonmigas, Kementerian Perindustrian memproyeksi bisa tembus US$130,74 miliar atau setara Rp1.895 triliun (kurs Rp14.500 per dolar AS) di sepanjang tahun ini. Proyeksi itu meningkat 4,51 persen dibanding realisasi ekspor industri nonmigas tahun lalu sebesar US$12,10 miliar.

Industri pengolahan nonmigas, lanjut Airlangga,  menyumbang mayoritas ekspor Indonesia. Dimana Industri pengolahan nonmigas berkontribusi 72,28 persen dari total ekspor Indonesia pada tahun ini.
 

Tak cuma itu, industri pengolahan nonmigas juga menyumbang kontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pada 2018, sumbangsihnya mencapai 17,66 persen. Sementara, kontribusi industri pengolahan migas cuma 2,23 persen.

Sektor penyumbang terbesar, yakni industri makanan dan minuman sebanyak 6,34 persen, kimia 2,98 persen, barang logam, komputer, barang elektronika, mesin dan perlengkapan sebesar 2,16 persen, alat angkutan 1,86 persen, termasuk tekstil dan pakaian jadi 1,13 persen.

Untuk menggenjot ekspor industri pengolahan nonmigas di masa mendatang, pemerintah akan menyasar pasar perdagangan mobil sedang. Apalagi, saat ini jenis mobil yang dikembangkan oleh industri di dalam negeri masih berkutat pada SUV dan MPV.

Untuk mendukung rencana ini, Kementerian Perindustrian mengusulkan revisi besaran Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil sedan. Usulan itu masih dibahas oleh Kementerian Keuangan. Jika terealisasi, nantinya Indonesia punya peluang ekspor mobil sedan ke Australia hingga 1,3 juta unit.

Adapun, ekspor mobil SUV dan MPV Indonesia sebesar 300 ribu unit per tahun. Jumlah ini jauh tertinggal dibanding ekspor mobil Thailand yang mencapai 1 juta unit per tahun.

Kemenperin menargetkan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,4 persen pada tahun depan. Target tersebut lebih rendah ketimbang proyeksi realisasi tahun ini yang sebesar 5,6 persen. Target pertumbuhan yang lebih rendah disesuaikan dengan kondisi ekonomi global saat ini. Apalagi, pertumbuhan ekonomi dunia juga diproyeksi tumbuh lebih lambat.

"Saya pikir, kita perlu meluruskan norma baru dimana pertumbuhan China sudah single digit. Jadi, kita harus menerima realita baru dalam situasi perekonomian baru," pungkasnya.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077