31 Januari 2019 | Dilihat: 183 Kali
INDUSTRI EKONOMI KREATIF BUTUH PERHATIAN PEMERINTAH
noeh21
 

HiTvBerita.com - JAKARTA | Kian rendahnya anggaran Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dari tahun ke tahun yang pada tahun 2015, sebesar Rp 1,5 triliun, di tahun 2019 postur APBN untuk Bekraf justru turun ke angka Rp 659 miliar mendapat sorotan keras dari Anggota Komisi X DPR RI Putu Supadma Rudana.

Padahal, lanjut Putu, ekraf memberikan devisa yang cukup besar kepada pendapatan negara dan imbasnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Misalnya desa wisata, warga pedesaan tentu akan menggeliat menata desanya, menata rumahnya, agar turis yang datang bisa merasakan kenyamanan.
 
“Semangat warga desa akan kreatif dan inovatif melakukan sesuatu yang bisa dijual kepada wisatawan. Nah ini ekonomi kreatif namanya dan manfaatnya bisa langsung diterima masyarakat,” ungkap Putu, Rabu (30/1/2019).
 
Di tengah minimnya anggaran ekraf, Komisi X DPR RI akan fokus mengawal Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Kreatif sebagai payung hukum penguatan ekraf sebagai pilar pembangunan. Menurutnya semangat ekraf yang digencarkan oleh pemerintah itu tidak terwujud dalam kebijakan yang diambil, ini harus jadi perhatian.
 
“Saya bersama pemerintah provinsi akan terus mendorong pusat agar postur anggaran ekonomi kreatif dinaikkan dan bisa menjangkau semua pelaku eknomi kreaitf dan masyarakat yang bergantung kehidupannya di 16 sub sektor ekonomi kreatif," tutup legislator Partai Demokrat itu.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077