10 Desember 2018 | Dilihat: 135 Kali
MENTERI PERHUBUNGAN TINJAU MILIK PELINDO
noeh21
 

HiTvBerita.com – JAKARTA | Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II, untuk melihat langsung perbaikan konektivitas barang yang ada di pelabuhan milik Pelindo.

"Hari ini saya ke Priok untuk melakukan koordinasi dengan semua stakeholder karena memang Priok kita jadikan suatu contoh untuk perbaikan atau improvement konektivitas barang khususnya di Indonesia," kata Menhub Budi di Kantor Pelindo II, Jakarta, Minggu (9/12/2018).

Menhub Budi mengatakan, pelabuhan di Priok ini adalah salah satu tempat yang memang diandalkan dari kegiatan barang seperti logistik dan komoditas lainnya. Dari hasil report yang dilakukan Pelindo pun, kata dia, tercatat ada perbaikan yang signifikan.

"Volume barang yang bergerak dari Priok ini, di 2018 ini naik 20 persen juga ditandai kapal besar yang tadinya itu dengan kapasitas dengan 5 ribu sekarang sudah capai 11 ribu satu bulan dengn menggunakan 8 kapal. Artinya ada satu kondisi yang berubah di mana fungsi ini sudah lebih menjadi naik," jelasnya.

Menhub Budi berharap, dari pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di Priok dapat menembus pelabuhan besar di Eropa maupun Amerika. "Selama ini dari Priok pun menuju pelabuhan pelabuhan yang lebih besar," imbuhnya.

Dalam kunjungan ini, Menhub Budi juga tampak meninjau langsung ke salah satu pelabuhan yang ada di Priok. Dia berkesempatan menengok area parkir truk-truk bermuatan yang semula ingin diberangkatkan oleh kapal-kapal besar.
 

Batasi Operasional Truk Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru, Menteri Perhubungan akan menerapkan aturan pembatasan kendaraan muatan atau truk untuk mengantisipati kondisi lalu lintas pada saat dua momen besar tersebut tidak mengalami kemacetan.

"Nataru (Natal Tahun Baru) ini, memang ada kesepakatan-kesepakatan khususnya pembatasan truk," kata Menhub Budi

Terkait rencana pembatasan tersebut, Menhub Budi tidak menjelaskan secara detail. Namun dia menyebutkan ada peraturan mengenai jam operasional truk. Saat ini pihaknya bersama dengan sejumlah stakeholder terkait masih melakukan diskusi secara intensif untuk hal ini.

"Tapi tidak akan saya putuskan dulu karena para Asosiasi dan Dirjen Perhubungan Darat khususnya BPTJ (Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek) akan membahas. Besok (keputusan) final. Berapa hari, jam berapa, dan segala macam saya serahkan kepada mereka," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau truk yang kelebihan muatan atau dimensi (Over Dimension and Over Load (ODOL) agar tidak melintas di ruas Tol Jakarta-Cikampek (Japek). Ini dilakukan guna meminimalisir terjadinya kepadatan lalu lintas di ruas tol Japek.

Sering kali masalah ODOL menjadi penyebab kemacetan. Sebab, dengan muatan yang lebih, otomatis laju kecepatan kendaraan truk tersebut akan melambat. Sehingga hal itu akan berimbas kepada pengendara lain. "Ini kan kendaraan bebas hambatan, kalau ada kendaraan lain yang mengakibatkan kendaraan berarti fungsi jalan bebas hambatan tidak berjalan," jelas dia.

Menhub Budi menyarankan agar pengendara truk ODOL dapat memilih alternatif jalan lain. Sekalipun ingin melintas, barang muatan perlu diperhatikan sehingga tidak terjadi kelebihan.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077