14 Desember 2018 | Dilihat: 205 Kali
PELABUHAN BAUBAU DAN GORONTALO BUTUH INVESTASI SWASTA
noeh21
Menteri Perhubungan didampingi Direktur Utama PT ASDP Faik Fahmi saat meninjau Pelabuhan Ferry Baubau yang dioperasionalkan PT ASDP.
 

HiTvBerita.com - JAKARTA | Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan pengembangan Pelabuhan Baubau di Sulawesi Tenggara dan Pelabuhan Anggrek di Gorontalo membutuhkan total dana investasi maksimal Rp 2 triliun.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan masing-masing pelabuhan membutuhkan nilai investasi sekitar Rp 500 miliar-Rp1 triliun. Rencananya, pemerintah akan menawarkan proyek kepada pihak swasta melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Dalam sebuah kesempatan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Pelabuhan Murhum Baubau layak untuk dapat menjadi Hub antara Indonesia bagian barat dan bagian timur. Hal ini dikarenakan Pelabuhan Murhum Baubau banyak disinggahi kapal-kapal dari pulau Jawa yang hendak menuju Ambon ataupun Papua.

"Baubau layak menjadi HUB daripada suatu konektivitas Indonesia barat dan timur, diindikasikan dengan banyaknya kapal dari Jawa, Makassar menuju Ambon dan Papua lewat sini artinya kita harus memastikan operasional di sini berjalan dengan baik," kata Menhub Budi saat meninjau Pelabuhan Murhum Baubau, beberapa waktu lalu.

Menteri Perhubungan secara khusus memberikan catatan pada fasilitas lapangan penumpukan di Pelabuhan Murhum Baubau yang dinilai kurang luas, saat ini Pelabuhan Murhum Baubau memiliki dua lapangan penumpukan di sisi barat dan timur masing-masing seluas 6.000 dan 8.700 meter persegi.

"Kelihatannya tempat penumpukan barang untuk kontainer kurang, ke depan kalau kita ingin membuat Baubau ini lebih strategis, kita harus memperhatikan fungsi-fungsi kepelabuhan berkaitan dengan lapangan penumpukan kontainer," ujarnya.
 
Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo dibangun pada Tahun 1992 s/d Tahun 1997. Diresmikan oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Utara yang saat itu masih dijabat oleh Mayjen TNI. EE. Mangindaan

Sementara itu, Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo merupakan Pelabuhan Penyeberangan yang melayani 2 (dua) lintasan yaitu Gorontalo – Pagimana dana Gorontalo – Wakai – Ampana. Dilayani oleh 3 (tiga) armada Kapal Penyeberangan yaitu KMP. Baronang dan KMP. Jembatan Musi I (untuk lintasan Gorontalo – Pagimana) serta KMP.Tuna Tomini (untuk lintasan Gorontalo – Wakai – Ampana).

Proses lelang akan dilakukan pada Januari 2019 mendatang. Saat ini, pemerintah masih menghitung keuntungan proyek yang bisa didapat oleh pihak swasta. Ia menjamin investor tak akan rugi karena skema pembayaran terbilang adil.

"Sekarang lagi persiapan legal, proyeksi keuangan, dan apa saja yang akan dibangun. Jadi kalau tender itu harus tahu apa yang direncanakan dalam waktu ke depan," ucap Budi, Kamis (13/12/2018).

Menurutnya, kedua pelabuhan memiliki tingkat kepadatan yang cukup bagus. Hanya saja, fasilitas di Pelabuhan Baubau dan Pelabuhan Anggrek belum maksimal. Untuk itu, pemerintah berencana memperbaiki kedua pelabuhan.

"Kalau arus kas positif kan terima uang, kalau negatif nanti kami bayar (ke investor/badan usaha). Jadi adil," ujar Budi.

Lebih lanjut, Budi mengatakan pemerintah tak hanya menawarkan skema KPBU, tetapi juga kerja sama pengelolaan. Menurutnya, sudah ada lebih dari 20 pelabuhan dikelola bersama-sama dengan pihak swasta dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) I sampai PT Pelabuhan Indonesia (Persero) II.

"Jadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa digunakan untuk membangun pelabuhan perintis yang banyak sekali di seluruh Indonesia," tutur Budi.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077