07 Desember 2018 | Dilihat: 151 Kali
PROYEKSI BELANJA MODAL TAHUN INI NEGATIF
noeh21
 

HiTvBerita.comNUSA  DUA  | Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksi realisasi belanja modal sepanjang tahun ini akan meleset dari target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Realisasi belanja modal diperkirakan hanya Rp185,34 triliun atau 90,9 persen dari target Rp 203,9 triliun.

Realisasi belanja modal baru mencapai Rp 128,2 triliun atau 62,9 persen dari target per 30 November 2018. Ini tentu saja membuat pertumbuhan belanja modal minus 3,6 persen dari periode yang sama tahun lalu, sehingga pertumbuhan belanja modal secara keseluruhan tahun ini diperkirakan juga negatif.

"Pertumbuhan belanja modal negatif tahun ini karena pagu anggarannya lebih kecil dari tahun lalu yang mencapai Rp224,7 triliun. Jadi kalau belanja modal terselesaikan pun, akan tetap negatif pertumbuhannya," ujar Ani, begitu ia akrab disapa, di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12/2018).
 

Ani mengatakan realisasi belanja modal bakal meleset dari target lantaran prospek belanja beberapa Kementerian/Lembaga (K/L) tidak mencapai 100 persen. Ia menyebut prospek kementeriannya untuk seluruh belanja K/L hanya 96,9 persen dari target. Prospek itu sejatinya juga meleset dari asumsi awal sekitar 97,9 persen dari target.

Salah satu contohnya, realisasi belanja modal kementerian yang tidak akan memenuhi target, yaitu Kementerian Pertahanan (Kemenhan), diproyeksikan belanja Kemenhan yang tak terserap sekitar Rp 9,67 triliun.

Alokasi anggaran program KFX yang berpagu Rp 3,08 triliun masih terblokir karena menunggu arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM Wiranto itu menjadi salah satu alasan.

Begitu juga dengan optimalisasi belanja juga terhambat oleh kebutuhan pembayaran kegiatan yang memungkinkan untuk dibayar setelah mendapat rekomendasi tim Menkopulhukam sekitar Rp 411,9 miliar.

Kemudian, ada keterlambatan aktivasi pinjaman yang membuat RMP untuk pengganti F-5 (SU-35) tidak dapat dicairkan sekitar Rp 2,6 triliun. Selanjutnya, ada pos pembayaran yang tidak jadi dibayarkan, yaitu realokasi RM untuk pembayaran utang LTGA 2016-2017 sekitar Rp 539,3 miliar dan pembayaran tunggakan pesawat C210 sekitar Rp 196,7 miliar.

"Belanja K/L lain yang belum maksimal misalnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tapi berhubung kontrak proyek PUPR biasanya multiyears, maka memang tidak perlu dihabiskan langsung," terang dia.

“Kendati begitu, secara keseluruhan, realisasi belanja modal pada tahun ini sejatinya tetap lebih baik bila dibandingkan tahun lalu. Sebab, realisasinya memiliki bukti nyata,” pungkas.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077