14 Januari 2019 | Dilihat: 132 Kali
TEMBAKAU PERLU DILINDUNGI UNDANG-UNDANG
noeh21
 

HiTvBerita.com - JAKARTA | Tembakau merupakan produk pertanian semusim yang bukan termasuk komoditas pangan, melainkan komoditas perkebunan. Produk ini dikonsumsi bukan untuk makanan tetapi sebagai pengisi waktu luang atau "hiburan", yaitu sebagai bahan baku rokok dan cerutu. Tembakau juga dapat dikunyah. Kandungan metabolit sekunder yang kaya juga membuatnya bermanfaat sebagai pestisida dan bahan baku obat.

Keberadaan tembakau telah memberikan manfaat, terutama dibidang ekonomi dan lapangan pekerjaan, sehingga keberadaannya perlu dilindungi Undang-Undang. Hal tersebut diutarakan Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang Pertembakauan Mukhamad Misbakhun saat Rapat Dengar Pendapat dengan  Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesehatan Kerja, Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3, serta Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jamsos, di Ruang Pansus B, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/01/2019)..

Di sisi lain, juga terdapat Undang-Undang yang bersinggungan dengan tembakau, yakni Undang-Undang Kesehatan. Ini perlu mendapat perhatian, karena hulunya tidak ada regulasi, tetapi hilirnya terdapat peraturan yang bersinggungan.

“Tembakau banyak manfaatnya, tapi sampai sekarang tembakau tak ada Undang-Undangnya. Hulunya tak diatur, tapi hilirnya banyak yang ngatur seperti Undang-Undang Kesehatan. Karena itu kita konsen soal ini,” ungkap Misbakhun.

Usai menerima masukan dari sejumlah Dirjen tersebut, legislator Partai Golkar ini juga meminta penjelasan secara tertulis agar dapat didokumentasikan secara digital oleh Sekretariat Pansus. Mengingat pentingnya Undang-Undang ini, maka dibutuhkan keseriusan dari pemerintah dan DPR RI tentunya.

Kekompakan dan keseriusan Pansus Rancangan Undang-Undang Pertembakauan ini begitu nyata dalam usaha menyelesaikan Undang-Undang ini.

“Yang utama kita ingin dapat masukan tertulis sebagai bahan referensi untuk melengkapi poin-poin mendasar. Perlu disampaikan bahwa Undang-Undang ini adalah untuk mengatur tembakau sebagai komoditas. Tembakau banyak memberi manfaat bagi petani dan pekerjaan yang ada di sana itu banyak,” ungkap Misbakhun.

Hal senada diungkapkan Anggota Pansus Rancangan Undang-Undang Pertembakauan Didi Irawadi Syamsuddin, yang mengatakan tembakau telah berkontribusi memberikan pemasukan negara yang cukup besar. Maka tak elok apabila negara abai terkait keberadaan tembakau.

“Industri tembakau sudah menghasilkan pemasukan negara yang cukup besar. Tak cuma negara saja,  tapi ada pihak lain yang diuntungkan, yakni pengusaha. Kita review kembali saat krisis 1998, penguasa yang selamat dari krisis adalah pengusaha yang bergerak bidang tembakau,” tegas legislator Partai Demokrat ini.

Namun kekompakan yang dilakukan Pansus DPR RI ini tidak dibarengi oleh keseriusan pemerintah. Karena hingga kini, pemerintah belum mengirimkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM), sehingga pembahasan secara rinci pasal demi pasal belum dapat dilakukan.

OTHONE

Terkait

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077