28 Desember 2018 | Dilihat: 207 Kali
TIDAK ADA PHK 1 JUTA PEKERJA
noeh21
 

HiTvBerita.com – JAKARTA | Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyebut karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada periode 2015 - September 2018 mencapai 74.804 orang. Pernyataan ini sekaligus membantah data Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang mengklaim PHK menyentuh 1 juta orang pada 2015-2018.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan Khairul Anwar menjelaskan tren PHK juga menurun dalam empat tahun terakhir. Pada 2015, karyawan yang di-PHK sebanyak 48.843 orang.

"Angka itu menjadi yang terbanyak dibandingkan 2016, 2017, dan Januari-September 2018. Pada 2016, PHK sebanyak 12.777 orang. Lalu, turun lagi pada 2017 menjadi 9.822 orang, dan 3.362 orang hingga September 2018 (ytd)," ujarnya di Jakarta, Jumat (28/12).

Tren penurunan jumlah karyawan yang terpaksa kehilangan pekerjaannya ini, sambung Khairul, lantaran iklim ketenagakerjaan yang membaik dari tahun ke tahun. Dengan kata lain, kondisi industri sudah makin positif dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Sehingga, masyarakat tenaga kerja sudah semakin nyaman, perusahaan juga begitu," terang dia.

Sampai akhir tahun ini, Khairul memprediksi jumlah PHK tak akan jauh dari angka 3 ribu. Artinya, jumlah akumulasi sepanjang tahun ini tak berbeda jauh dari posisi September 2018.
 

Secara terpisah, Kepala Biro Humas Kemenaker Raden Soes Hindharno menuturkan tren penurunan jumlah PHK masih akan terus terjadi, khususnya tahun depan. Ia meramalkan jumlah karyawan yang terkena PHK pada 2019 di bawah 3 ribu.

"Artinya, dengan suasana kerja yang semakin kondusif di masing-masing perusahaan pemberi kerja, maka tentu akan lebih menekan jumlah PHK," jelasnya.

Namun, ia menekankan data yang dipaparkan oleh Kemenaker merupakan hasil dari laporan yang diterima oleh perusahaan. Jika ditambah dengan perusahaan yang tak melaporkan, kemungkinan jumlahnya akan berbeda.

"Kan data yang kami punya data yang dilaporkan ke kami, bukan tanya ke satu-satu perusahaan," imbuh Soes.

Sebelumnya, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebut total karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam kurun 2015-2018 mencapai hampir 1 juta orang. Beberapa perusahaan yang merumahkan karyawannya antara lain, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, PT Holcim Indonesia Tbk, dan PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk.

Ketua KSPI Said Iqbal menilai sektor semen dan baja tak cukup kuat untuk berkompetisi dengan perusahaan asal China, sehingga beberapa pabrik ditutup. Baja dan semen asal negara Tirai Bambu membuat penjualan perusahaan dalam negeri merosot.

"Krakatau Steel di Cilegon banyak melakukan PHK terhadap karyawan kontrak karena masuknya pabrik baja China, industri baja di Indonesia kalah karena harga baja China lebih murah,” pungkas Said.

EKA SEPTY

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077