20 Desember 2018 | Dilihat: 180 Kali
DIDUGA MENPORA TERLIBAT SUAP DANA HIBAH
noeh21
 

HiTvBerita.com – JAKARTA | Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menanggapi dugaan keterlibatan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dalam pencairan dana hibah dari Kemenpora untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bahwa KPK memiliki wewenang untuk mengusut keterlibatan Imam Nahrawi dalam kasus ini.

"Itu haknya KPK ya. Saya enggak mau ke sana," kata Moeldoko di Hotel Mandarin Oriental Jakarta Pusat, Kamis (20/12/2018).

Menurut dia, Kemenpora harus segera melakukan reformasi internal apabila ada kesalahan dalam pemahaman administrasi, Sehingga tidak ada lagi pejabat-pejabat kementerian yang terjerat kasus korupsi.
"Kalau yang terjadi memang moralnya, ya perlu diadakan perbaikan dalam konteks itu. Bagaimana mengganti orang-orang yang bagus dan seterusnya," ucap Mantan Panglima TNI itu.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyebut Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kemungkinan punya peran penting dalam pencairan dana hibah dari Kemenpora untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Meski demikian, Saut belum berani menyimpulkan lebih jauh soal keterlibatan Imam dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi dana hibah dari Kemenpora ke KONI.
"Saya belum bisa menyimpulkan itu. Tapi indikasinya memang peranan yang bersangkutan (Imam Nahrawi) signifikan ya," ujar Saut di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 19 Desember 2018.

Saut memilih bersabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada tim penyidik KPK, untuk mencari keterangan dan bukti keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.
"Kalau kita lihat jabatannya (Menpora) kan, itu bisa kita lihat seperti apa kemudian peranannya. Ada beberapa yang tidak konfirmasi satu sama lain tentang fungsinya, nanti kita lihat dulu," kata Saut.
 

Terekait dengan itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruang kerja Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Penggeledahan berkaitan dengan kasus dugaan suap dan gratifikasi dana hibah dari Kemenpora ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

"Iya (geledah ruang kerja Imam Nahrawi), dan beberapa ruangan di Kemenpora," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/12/2018) malam.

Selain beberapa ruangan di Kemenpora, tim KPK juga turut menggeledah beberapa ruangan di kantor KONI. Penggeledahan dilakukan sejak pagi hari hingga siang. Namun Febri belum mau membeberkan apa saja yang disita dari penggeledahan tersebut.

Ditempat yang berbeda, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta doa atas permasalahan yang sedang melanda Kemenpora karena adanya penangkapan jajarannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan itu terkait dana hibah dari Kemenpora ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

"Saya mohon doanya semoga apa yang kami hadapi di Kemenpora ini bisa kami hadapi dengan baik dan kami selesaikan dengan baik," kata Imam Nahrawi di hadapan para tamu undangan yang hadir saat peresmian Sekolah Khusus Olahraga Disabilitas (Skodis) di Solo, Kamis, 20 Desember 2018.

Dia menambahkan adanya operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadap jajarannya termasuk Deputi IV Kemenpora Mulyana, menjadi kesempatan yang baik untuk perbaikan di jajaran Kemenpora.
"Insya Allah ini momentum bagi perbaikan sekaligus refleksi agar kita betul-betul bisa berjalan sesuai dengan aturan undang-undang yang berlaku," ujar dia.

Adanya penanganan kasus tersebut oleh KPK, Imam pun mengaku akan kooperatif. Selain itu, pihaknya juga akan mengikuti aturan yang ada.
"Kita akan akomodatif dan akan mengikuti prosesi yang ada dengan baik karena kita negara hukum," pungkasnya.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077