19 Desember 2018 | Dilihat: 221 Kali
GILIRAN PEJABAT KEMENPORA TERCIDUK OTT
noeh21
 

HiTvBerita.com – JAKARTA | Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengatakan belum mendapat informasi resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait operasi tangkap tangan (OTT) Selasa (19/12) malam.

Wakil Ketua Umum KONI Inugroho menyampaikan pihaknya belum bisa memberi konfirmasi bahwa ada jajarannya yang terciduk KPK.
"Saya di luar kota, belum tahu persis. Tadi bidang hukum sedang cari info," kata Inugroho, Rabu (19/12/2018).

Inugroho mengatakan pihaknya tak menutup kemungkinan akan melakukan penonaktifan bagi anggota atau pejabat KONI yang tertangkap. Namun KONI hingga kini masih menunggu informasi resmi dari KPK. Setelah itu Komite ini akan menentukan langkah selanjutnya.
"KONI masih menunggu hasil bidang hukum," tutur Inugroho.

Sebelumnya, KPK telah melakukan Operasi Tangkap Tangan pada Selasa (19/12/2018) malam. OTT terkait dana hibah dari Kemenpora kepada KONI. OTT digelar KPK setelah mendapat informasi akan terjadi transaksi penerimaan uang oleh Penyelenggara Negara di Kemenpora.
 

Ditempat berbeda, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan ada sembilan orang yang diciduk dalam OTT. Mereka terdiri dari unsur Kemenpora dan KONI.
"Diduga terjadi transaksi (kickback) terkait dengan pencairan dana hibah dari Kemenpora ke KONI," kata Agus.


Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto mengonfirmasi OTT tersebut. Bahkan ia menyebut pejabat KPK juga membawa Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga yang kini dijabat oleh Mulyana.
"Saya kaget juga. tadi sekitar pukul 20.00 WIB, ada acara di luar kantor, dapat info ada petugas KPK yang melakukan penggeledahan di sini dan bawa beberapa pejabat Deputi IV," ucap Gatot.

Mereka yang tertangkap diduga karena terlibat kasus pencairan dana hibah Kemenpora kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). KPK menggelar OTT setelah mendapat informasi akan terjadi transaksi penerimaan uang oleh penyelenggara negara di Kemenpora.

Mereka yang tertangkap langsung dibawa ke KPK untuk kebutuhan klarifikasi lebih lanjut, sesuai KUHAP, KPK diberi waktu maksimal 24 jam untuk menentukan status pihak-pihak yang diamankan.

EKA SAFTY

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077