29 Desember 2018 | Dilihat: 329 Kali
GILIRAN PEJABAT PUPR TERJARING OTT
noeh21
 

HiTvBerita.com – SOLO | Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menerangkan, Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan terhadap pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Ditjen Cipta Karya tahun 2018 pada sejumlah daerah.

"Sedang kami dalami keterkaitan dengan proyek sistem penyediaan air minum untuk tanggap bencana," ucap Laode, saat dikonfirmasi, Jakarta, Jumat, 28 Desember 2018.

Laode melanjutkan, dari OTT tersebut disita barang bukti berupa uang senilai Rp500 juta dan SGD25 ribu. Selain itu, pun ada satu kardus uang yang masih dihitung.

Dari operasi ini, sebanyak 20 orang diamankan oleh tim penindakan. Mereka yang ditangkap merupakan anak buah Menteri Basuki Hadimuljono, termasuk pihak swasta.

"Dari lokasi diamankan 20 orang, yang terdiri dari pihak Kementerian PUPR dari unsur pejabat dan PPK sejumlah proyek yang dikelola Kementerian PUPR, swasta dan pihak lain," ujarnya.
 

Sementara itu,  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono langsung menggelar komperensi pers begitu mendapat kabar lewat sambungan telepon adanya OTT yang dilakukan oleh KPK terhadap bawahannya. Pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait operasi tangkap tangan (OTT) pejabat Kementerian PUPR.

"KPK telah bekerja dan diamati dengan panjang kasus yang terjadi saat ini. Jadi, kita tunggu,"  ucap Basuki di Kementerian PUPR, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat malam, 28 Desember 2018.

Basuki melanjutkan, KPK mempunyai prosedur matang dalam menentukan OTT. Dia akan mengamati kasus yang menjerat pejabatnya sampai selesai.

Dia mengaku, OTT yang dilakukan KPK terhadap pejabatnya terkait dugaan korupsi penyediaan air di daerah. Namun, untuk detailnya, Basuki mengaku masih harus menanyakan lebih lanjut ke KPK.

Basuki telah memerintahkan Inspektur Jenderal Kementerian PUPR untuk mencari tahu, ihwal OTT yang melibatkan pejabatnya.

"Pak Irjen sudah saya minta ke KPK untuk mengetahui apa kejadiannya, siapa orangnya, berapa orangnya," ucap Basuki di Kementerian PUPR, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat malam, 28 Desember 2018.

Dari OTT tersebut, KPK menyita uang dollar Singapura. Namun, belum diketahui jumlah uang yang disita karena belum dihitung. Hingga kini, mereka yang ditangkap sudah berada di markas Lembaga Antirasuah untuk menjalani pemeriksaan intensif. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum terhadap pihak yang diduga terlibat.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077