04 Januari 2019 | Dilihat: 141 Kali
PEJABAT KEMENPORA DICECAR SOAL PROSES PENGAJUAN PROPOSAL HIBAH KONI
noeh21
 

HiTvBerita.com - JAKARTA |  Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa tiga pejabat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai saksi kasus dugaan suap pencairan hibah untuk KONI. Mereka dicecar soal mekanisme pengajuan hibah.

"Penyidik mendalami pengetahuan para saksi tentang proses pengajuan proposal-proposal dari KONI kepada Kemenpora terkait dana wasping (pengawasan dan pendampingan) atlet," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2019).

Tiga saksi tersebut adalah Muhammad Yunus selaku Kabid Olahraga Nasional Kemenpora atau Kepala Tim Verifikasi, Cucu Sundara selaku Sekretaris Tim Verifikasi, serta Yusuf Suparman selaku Kabag Biro Hukum Kemenpora. Febri menyebut KPK juga mendalami soal ada-tidaknya dugaan suap dari pencairan dana hibah sebelumnya.

"Kalau proposal yang terkait dengan pokok perkara saat ini yang dikabulkan kemarin sekitar Rp 17,9 miliar ya. Itu proposalnya nilainya sekitar Rp 26 miliar. Kami juga sedang mendalami proposal sebelumnya terkait dengan dana hibah yang juga pernah diajukan. Tentu, kalau ada bukti lebih lanjut, pengembangan dilakukan," ucap Febri.

Ketiga saksi dari Kemenpora itu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Ending Fuad Hamidy. Ending merupakan Sekjen KONI yang disangka KPK bersama Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy memberi suap kepada Deputi IV Kemenpora Mulyana, pejabat pembuat komitmen pada Kemenpora Adhi Purnomo, dan staf Kemenpora Eko Triyanto. Duit suap itu diberikan sebagai timbal balik atas hibah untuk KONI.

Menurut KPK, fee yang diduga telah disepakati sebesar 19,13 persen dari total hibah senilai Rp 17,9 miliar atau senilai Rp 3,4 miliar.  

ENY

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077