22 Desember 2018 | Dilihat: 213 Kali
SIAP DIPANGGIL KPK
noeh21
 

HiTvBerita.com – JAKARTA | Menpora Imam Nahrawi menyatakan kesiapannya jika dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi. Dia akan bantu KPK jika diperlukan.

Dalam sepekan terakhir, institusi yang dipimpin Imam tengah disorot. Bukan karena prestasinya, melainkan kasus dugaan suap dana hibah KONI yang melibatkan pejabat Kemenpora.

KPK menduga telah terjadi kesepakatan antara pihak Kemenpora dan KONI untuk mengalokasikan fee sebesar 19,13 persen dari total dana hibah Rp 17,9 miliar, yaitu Rp 3,4 miliar.

Ditemui di Kantor Kemenpora, Imam mengaku belum ada komunikasi berkaitan dengan Asprinya. Tapi dia siap jika memang dipanggil KPK.

"Namanya negara hukum kita hidup di negara hukum jadi harus siap. Kita harus emmbantu KPK dengan baik," kata menteri asal Bangkalan itu kepada pewarta, Jumat (21/12/2018).

Meski demikian, dia mengatakan, sampai saat ini belum ada panggilan dari KPK yang diterimanya.
"Belum," ujar Imam singkat.

Beberapa waktu lalu, ruang kerja Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi digeledah KPK terkait kasus dugaan suap pencairan dana hibah untuk KONI. KPK beralasan Nahrawi mengetahui alur pengajuan proposal hibah dari KONI itu.

"Karena proses pengajuan proposal ada alurnya. Mulai pihak pemohon diajukan ke Menpora, Menpora bisa langsung mempertimbangkan atau mendelegasikan atau mendisposisikan misalnya, dan bagaimana proses berikutnya jika disetujui atau tidak disetujui, perlu kami temukan secara lengkap," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Febri mengatakan ada dokumen proposal hibah yang disita dari ruangan Nahrawi. Namun tak disebutkan Febri mengenai detail proposal apa saja yang dimaksud.
"Tadi dari ruang Menpora diamankan sejumlah proposal dan dokumen hibah," pungkas Febri.

IQBAL

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077