01 Januari 2019 | Dilihat: 193 Kali
UPAYA LUAR BIASA JESSICA WONGSO PUPUS
noeh21
 

HiTvBerita.com - JAKARTA | Upaya hukum luar biasa Jessica Kumala Wongso pupus. Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan peninjauan kembali (PK) terpidana kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin dengan kopi yang diisi racun sianida.

Alhasil, Jessica tetap dihukum 20 tahun penjara, bahkan sebelumnya, dua upaya hukum Jessica juga ditolak.

Kasus bermula saat Mirna tewas tak berapa lama setelah ngopi bareng Jessica di Kafe Olivier, Jakarta Pusat, pada 6 Januari 2016. Hingga kemudian Jessica menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus).

Hakim memvonis Jessica hukuman 20 tahun penjara. Jessica terbukti bersalah melakukan pembunuhan berencana terhadap Mirna dengan cara memberi racun sianida ke kopi yang diminum Mirna. Jessica terbukti melakukan tindak pidana dalam Pasal 340 KUHP. Majelis hakim menyatakan Jessica terbukti menaruh sianida tersebut.

Atas vonis itu, Jessica mengajukan permohonan banding. Tapi Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menguatkan putusan PN Jakpus Nomor 777/Pid.B/2016/PN.Jkt.Pst pada 27 Oktober 2016.

Selanjutnya, Jessica mengajukan upaya kasasi, tapi tetap ditolak MA pada 21 Juni 2017. Perkara tersebut diketok oleh ketua majelis kasasi hakim agung Artidjo Alkotsar dibantu dengan 2 anggotanya hakim agung Salman Luthan dan hakim agung Sumardijatmo.

Perkara dengan nomor register 498K/PID/2017 memutus untuk menolak permohonan kasasi yang diajukan Jessica Kumala Wongso. Perkara tersebut masuk ke meja kasasi pada tanggal 9 Mei 2017.

Menjawab pertanyaan kunci kuasa hukum Jessica yaitu tidak ada rekaman CCTV bila Jessica memasukkan sianida ke kopi yang diminum Mirna, majelis hakim mengatakan dalam menentukan sebab kematian korban, judex facti tidak menentukan sendiri penyebab kematian korban yang jelas-jelas bukan kompetensinya karena hakim bukan dokter.
“Tetapi hakim dapat menyimpulkan sebab kematian berdasarkan fakta-fakta persidangan, yang merupakan konklusi kumulatif dari keterangan saksi-saksi fakta yang dihadirkan di persidangan, surat, alat bukti elektronik (CCTV), dan keterangan para ahli Toksikologi dan kedokteran forensik," jawab majelis dengan suara bulat.

Atas vonis kasasi itu, Jessica mengajukan PK. Apa kata MA? "Tolak," demikian dilansir website MA, Senin (31/12/2018). Perkara Nomor 69 PK/PID/2018 itu diadili oleh hakim agung Suhadi, Sri Murwahyuni dan Sofyan Sitompul

EKA SEFTY

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077