09 Januari 2019 | Dilihat: 256 Kali
Mantan Ketua DPRD Surabaya
WISNU WARDHANA MELAWAN SAAT DITANGKAP
noeh21
 

HiTvBerita.com - SURABAYA | Masyarakat Surabaya pagi ini dihebohkan drama penangkapan Wisnu Wardhana Mantan Ketua DPRD Surabaya periode 2009-2014. Wisnu terjerat kasus korupsi pelepasan dua aset berupa tanah dan bangunan milik BUMD PT Panca Wira Usaha Jatim di Tulungagung dan Kediri pada 2013.

Saat proses pelepasan kedua aset, Wisnu Wardhana menjabat sebagai Ketua Tim Penjualan Aset PT Panca Wira Usaha dan Kepala Biro Aset. Kasus penjualan aset PT Panca Wira Usaha ini sempat mencuat di tingkat Pengadilan Tipikor Surabaya, April 2017 lalu. Saat itu, Wisnu Wardhana dihukum tiga tahun penjara serta denda Rp 200 juta dan uang pengganti senilai Rp 1,5 miliar.

Lantaran tak puas dengan putusan PN Tipikor, Wisnu Wardhana mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jatim. Wisnu Wardhana hanya divonis satu tahun penjara saja. Namun Kejati Jatim langsung mengajukan upaya kasasi ke MA, sehingga Wisnu Wardhana divonis 6 tahun penjara. Namun Wisnu Wardhana tak menjalani vonis tersebut sehingga statusnya menjadi buron.

Tak seperti penangkapan koruptor pada umumnya, banyak drama mulai dari kejar-kejaran, hingga ditabraknya kendaraan jaksa oleh Wisnu Wardhana yang hendak kabur. Saat tim dari Kejaksaan Negeri Surabaya berusaha menangkap buronan kasus pengalihaan aset PT Panca Wira Usaha  itu.

Penangkapan Wisnu Wardhana dipimpin langsung oleh Kajari Surabaya Teguh Darmawan. Saat itu Wisnu Wardhana dijemput anaknya dari Stasiun Pasar Turi menggunakan mobil Daihatsu Sigra bernopol M 1732 HG. WW sepertinya tahu jika ia sedang diintai.

Karena itu ia tidak berhenti di suatu tempat dan lebih memilih berputar-putar dan terus berjalan. Saat melaju di Jalan Kenjeran tepatnya di kawasan Lebak, tim dari Kejari Surabaya memutuskan menangkap WW.

Namun saat ditangkap, Wisnu Wardhana melawan. Motor seorang petugas kejari yang berusaha menghentikan laju mobil justru ditabrak. Motor itu masuk kolong mobil dan memang berhasil menghentikan laju mobil. Namun petugas tersebut mengalami luka.

"Penangkapan Wisnu Wardhana di Jalan Kenjeran atas dasar laporan masyarakat. Kami buntuti dia. Saat itu ia bersama anaknya. Terpidana sempat mencoba melarikan diri dengan menabrak anggota kami. lalu kita amankan dia," kata Kajari Surabaya Teguh Hermawan, Rabu (9/1/2019).

"Ia mencoba melarikan diri dengan menabrak anggota kami yang menghadang dengan mengunakan motor. Kemudian mobil tersebut terkunci dan tidak bisa kabur," kata Teguh.

Meski mobil tak bisa melaju lagi. Namun WW tak menyerah. Ia tetap tak mau keluar dari mobil. Petugas pun mengancam hendak memecahkan kaca mobilnya agar WW mau keluar.

"Setelah 5 menit kemudian akhirnya tersangka mau keluar dan kami amankan. Ia menggunakan masker dan menggunakan jaket," kata Teguh.

"Sekitar pukul 05.50 WIB kami berhasil mengamankan terpidana Wisnu Wardhana. Eksekusi dasarnya adalah keputusan Mahkamah Agung, di mana terpidana harus melaksanakan pidana selama enam tahun," lanjut Teguh.

Teguh menjelaskan WW terjerat kasus pengalihan aset BUMD PT PWU pada tahun 2013. Kasus itu disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya dan WW divonis 3 tahun.

"Kemudian Pengadilan Tinggi ditahan selama 1 tahun dan sama Mahkamah Agung jadi hukumnya menjadi 6 tahun," kata Teguh.

Dikatakan Teguh, jika Wisnu Wardhan sudah menjadi DPO sejak tiga minggu lalu.
"Sekitar tiga minggu menjadi DPO kami," tandas Teguh.

OTHONE
 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077