14 Januari 2019 | Dilihat: 211 Kali
CVR LION AIR DITEMUKAN DI PERAIRAN KARAWANG
noeh21
 

HiTvBerita.com - JAKARTA | Tim Komando Armada (Koarmada) I berhasil menemukan Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK-LQP, di kedalaman 30 meter di perairan Karawang, area jatuhnya pesawat Lion Air, Senin (14/1/2019).

"CVR Lion Air JT 610 pada pukul 09.10 WIB yang berhasil ditemukan Tim Penyelam (Kopaska & Dislambair) Koarmada I, pada kedalaman 8 meter di bawah dasar laut (kedalaman laut 30 meter)," ujar Kadispen Koarmada I Letkol Laut (P) Agung Nugroho.

CVR Lion Air saat ini diamankan dalam kapal dan akan dibawa ke Satuan Komando Pasukan Katak Armada I di Pondok Dayung, Jakarta Utara.

Pesawat Lion Air tujuan Pangkalpinang itu jatuh pada 29 Oktober 2019. Pesawat lepas landas pada pukul 06.20 WIB dan membawa 189 manusia, termasuk pilot, kopilot, lima pramugari, dan para penumpang

Pesawat ini sempat meminta balik lagi ke bandara semula alias return to base. Lembaga pelayanan navigasi penerbangan AirNav membukakan jalan. Namun, pada pukul 06.32 WIB, pesawat itu hilang kontak di perairan Karawang.

Ditempat terpisah, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengaku bangga dengan kerja satgas Indonesia, setelah mengetahui Cockpit Voice Recorder (CVR) Lion Air PK-LQP berhasil ditemukan pagi ini.

Upaya menemukan CVR memang dilakukan all out, ini dalam dua etape. Sebelumnya kita menggunakan konsultan atau kapal dari Singapura, tapi belum bisa ditemukan. Sekarang ini saya bangga justru karena ini menggunakan KRI atau kapal Angkatan Laut.

“Saya mengapresiasi apa yang ditemukan oleh KNKT bersama TNI Angkatan Laut dan ini pasti memberikan suatu makna bagi upaya kita menemukan penyebab dari kecelakaan ini," kata Budi Karya di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019).

Budi belum bisa memastikan kapan data-data penerbangan di CVR bisa dibuka. Dia lantas bicara soal komplikasi data di CVR.

"Tergantung dari komplikasi datanya. Tapi sebenarnya satu penemuan ini memberikan waktu 1 tahun, akhirnya, 1 tahun. Jadi nanti kita lihat bagaimana kualitas data yang ditemukan itu bisa dieskplor sebagai suatu data," sebut Budi.

Ada dua KRI yang dikerahkan dalam pencarian CVR Lion Air yakni KRI Leuser dan KRI Spica. KRI Spica menjadi home base bagi para penyelam melakukan koordinasi sedangkan KRI Leuser dikerahkan dengan dilengkapi ruang penyimpanan peralatan para penyelam.

Selain itu, ada 18 orang tim penyelam dari Dislambair Koarmada dan 3 personel Kopaska melakukan pencarian CVR Lion Air PK-LQP setelah terdeteksi KRI Spica-934. CVR Lion Air berhasil diangkat dari kedalaman laut lebih dari 30 meter oleh penyelam Serda Satria Margono.

"KRI Spica-934 menemukan CVR pada posisi koordinat 05 48 46,503 S - 107 07 36,728 T di perairan Tanjung Karawang," ujar Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Kapushidrosal) Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro, Senin (14/1/2019).

"Dan pada pukul 08.40 WIB penyelam atas nama Serda Satria Margono berhasil menemukan CVR," pungkas Harjo.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077