09 April 2019 | Dilihat: 173 Kali
KONSUMSI DAN INVESTASI MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA
noeh21
 

HiTvBerita.com - PADANG | Tren positif pertumbuhan ekonomi nasional masih bisa terus berlanjut tahun 2019. Dimana, pertumbuhan ekonomi tahun ini diprediksi akan banyak dipengaruhi konsumsi dan investasi. Dua sektor ini diharapkan jadi motor penggeraknya. Selain itu, konsumsi pemerintah dan perdagangan internasional juga akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi XI DPR RI Refrizal, usai memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi XI DPR RI dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Askrindo, di Kantor Perwakilan BI Sumatera Barat, Padang, baru-baru ini
 
“Perekonomian nasional pada tahun 2019 diperkirakan masih melanjutkan tren perbaikan dengan tumbuh sebesar 5,3 persen,” kata Refrizal.
 
Pemerintah, lanjut legislator F-PKS itu, akan berupaya menjaga tingkat keyakinan masyarakat agar konsumsi, keberlangsungan usaha dan investasi tetap meningkat di tengah bangsa yang akan menggelar Pemilu serentak, baik Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Salah satu yang sedang digalakkan atas upaya tersebut adalah pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar ekonomi rakyat terus meningkat.
 
“Dengan pola KUR yang telah berjalan, kami dari Komisi XI DPR RI mengharapkan kinerja pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 akan mewujudkan lembaga perbankan sebagai agent of community development dan agent of asset distribution.  Perbankan harus tumbuh dan berkembang sebagai institusi yang mampu memberdayakan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan koperasi,” imbuh politisi dapil Sumbar II ini.

Sektor Pajak Tetap Jadi Unggulan

Penerimaan perpajakan selalu menempati posisi teratas dalam menyumbang pendapatan negara. Hal ini, berdasarkan asumsi-asumsi makro ekonomi yang telah ditetapkan pemerintah dan DPR RI dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019. Pendapatan negara dari sektor pajak di tahun 2019 ini diperkirakan mencapai Rp 2.165,1 triliun, dengan penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.786,3 triliun.
 
Sementara itu, dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sendiri sumbangan yang masuk kas negara mencapai Rp 378,2 triliun. Sementara dari hibah mencapai Rp 435,3 miliar.
 
Pada sektor belanja negara, diprediksi akan mencapai Rp 2.461,1 triliun yang masing-masing akan digunakan untuk belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.634,3 triliun dan transfer ke daerah dan Dana Desa sebesar Rp 826,77 triliun. Berarti masih ada defisit Rp 296 triliun. Untuk menutup defisit, penerimaan perpajakan harus lebih ditingkatkan. Ini menuntut kerja ekstra para Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.
 
Selain itu, perbankan juga harus mampu menciptakan kesempatan bagi rakyat miskin, membangun jaringan bisnis, mampu menjadi media pemerataan hasil pembangunan, dan mampu menyediakan jasa keuangan yang efektif dan efisien bagi UMKM, koperasi, dan masyarakat.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077