15 Desember 2018 | Dilihat: 337 Kali
KOTAK SUARA PEMILU 2019 BERBAHAN KARDUS
noeh21
 

HiTvBerita.com – JAKARTA | Demi penghematan, efisien tempat menyimpan dan perawatan, KPU memaksakan kehendak untuk menggunakan kotak suara yang terbuat dari kardus di Pemilu 2019 mendatang.

KPU beranggapan jika kotak suara yang terbuat dari kardus sebenarnya merupakan karton kedap air, penggunaan bahan ini sudah diatur di Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 tahun 2018.  Ketua KPU Arief Budiman memastikan kotak suara kardus ini berbahan karton kedap air aman untuk digunakan dan yang pasti lebih hemat.

"Menghemat biaya penyimpanan, menghemat biaya produksi, distribusi, banyak penghematannya," ucapnya.

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) juga turut mendukung upaya efisiensi anggaran yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan membuat kotak suara dari kardus. Namun, Bawaslu meminta KPU menjamin keamanan dan kekuatan kotak suara.
"Kami tidak menolak. Saya kira itu upaya serius dari KPU untuk mengurangi biaya kotak suara yang memang sangat tinggi," ujar Ketua Bawaslu Muhammad, di Gedung Bawaslu, Jumat (7/2/2014).

Muhammad meminta KPU memastikan keamanan kotak suara agar tidak cepat rusak, terutama selama distribusi hingga ke tempat pemungutan suara (TPS). Oleh karena itu, dia meminta KPU berkoordinasi dengan kepolisian untuk menjamin keamanannya.
"Silakan berkoordinasi dengan kepolisian, misalnya dari segi keamanan kualitas, tentu harus ada jaminan bahwa kalau kena hujan tidak bermasalah," katanya.

Namun, keputusan KPU membuat kotak suara dari kardus mendapat menolakan dari berbagai kalangan dengan alasan dinilai tidak aman. Kotak suara kardus dianggap mudah dirusak, apalagi jika terkena air. Kotak suara kotak juga akan mengembang jika terkena udara dingin, sehingga surat suara dan dokumen lainnya yang berada didalamnya akan ikut rusak.

Mantan Komisioner KPU Andi Nurpati mengatakan tidak setuju jika kotak suara dibuat dari kardus, kalau bilik suaranya boleh saja.

“KPU membuat kotak suara dari kardus, keamanannya dimana? KPU harus transparan menjelaskan mengapa merealisasikan rencana yang pernah ditolak itu. Kalau kita bicara tentang Pemilu yang jujur dan adil, sebaiknya KPU mengeluarkan banyak biaya daripada membuat kotak suara yang berisiko,” tegas Caleg Demokrat untuk Dapil II Sulawesi Utara itu.



Ketua KPU, Arief Budiman, beralasan kalau kotak suara jenis kardus bukan pertama kali dipakai dalam Pemilu, sebab lima tahun lalu juga dipakai hal yang sama.

"Kita sudah gunakan kotak karton kedap air 5 tahun lalu sebagai logistik Pemilu, sebab sudah memenuhi syarat. Dulu sebagian, terakhir udah semua setiap ada pemilu pakai itu," ujarnya di Jakarta, Jumat (14/12/2018).

Pernyataan Arief tersebut dibantah oleh Andi Nurpati mantan Komisioner KPU bahwa wacana penggunaan kotak suara dari kardus sudah ada sejak penyelenggaraan Pemilu 209 dan 2014, namun ditolak.  Sebab dinilai tidak aman dan beresiko tingga, karena jika kotak itu terkena air, maka akan rusak, termasuk surat hasil pencoblosan yang berada didalamnya dan dokumen lainnya.

“Sejak kapan Pemilu menggunakan kotak suara yang terbuat dari kardus,”tegas Andi menepis pernyataan Arief.

Senada dengan Andi Nurpati, Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah mengatakan, selain dapat merusak bila terkena air, kotak suara juga akan mengembang jika terkena udara dingin, sehingga surat suara didalamnya akan ikut rusak.

“Jadi sebaiknya KPU tetap membuat kotak suara dari aluminium yang lebih aman,” pungkas Ketua Budgeting Metropolitan Watch (BMW) itu.

TON’S/TIM

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077