23 Desember 2018 | Dilihat: 193 Kali
MISTERI ALARM SIRENE TSUNAMI ANYER DI MINGGU SIANG
noeh21
 

HiTvBerita.com – JAKARTA| Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho memastikan bunyi sirine yang muncul di Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu (23/12/2018) siang merupakan kesalahan teknis, bukan tanda adanya tsunami susulan.

"Tidak ada warning dari BMKG. Yang terjadi sirine tsunami di Teluk Labuhan, Pandenglang yang tiba-Tiba bunyi sendiri dan bukan dari aktivasi BMKG atau BNPB. Kemungkinan ada kerusakan teknis sehingga bunyi sendiri," ujarnya melalui wahatsapp, Minggu (23/12/2018).

Akibat munculnya suara tersebut, sontak membuat masyarakat panik dan lari berhamburan. Mereka mencari tempat yang dianggap aman dari tsunami.
"Masyarakat banyak yang mengungsi karena mendengar sirine. Shelter tsunami penuh dengan warga yang mengungsi," tutur Sutopo.

Sebelumnya, bunyi sirine yang berasal dari Teluk Labuhan itu sempat dikabarkan sebagai peringatan tsunami susulan, pasca peristiwa tsunami yang terjadi di Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) malam.
 

Kabid Mitigasi Gempa Bumi Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMK) Tiar Prasetya menegaskan,  suara tersebut bukan dari sirine milik BMKG. Pasalnya, tidak ada tanda-tanda akan terjadinya tsunami susulan.

"Kita enggak membunyikan, karena tidak ada unsur yang signifikan, baik itu dari tide auge atau dari seismik yang menjadi alasan kita membunyikan sirine itu," kata Tiar saat menggelar konferensi pers di kantor BMKG, Jakarta, Minggu (23/12/2018).

Pihaknya akan segera memeriksa kemunculan suara tersebut. Pengamanan sirine dijamin steril dan dalam sistem yang baik dengan kode serta sandi yang hanya diketahui orang-orang tertentu.

Selain itu, sirine juga tidak akan menyala otomatis bersamaan dengan hasil tideauge yang menyatakan ketinggian gelombang laut. "Sirine tidak ada hubungannya dengan tideauge," pungkasnya.

Sebagai informasi, update pukul 10.00, tercatat ada total 62 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka, dan 20 orang hilang akibat bencana tersebut. Daerah yang terdampak paling parah, yakni di pantai sepanjang Kabupaten Pandeglang, Banten.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077