12 Desember 2018 | Dilihat: 162 Kali
PERCEPAT REKONSTRUKSI PASCAGEMPA LOMBOK-SULTENG
noeh21
 

HiTvBerita.com - JAKARTA | Pemerintah menargetkan pembangunan kembali daerah terdampak gempa, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah selesai dalam waktu 2 tahun. Sementara itu, di Lombok, pemerintah mengejar waktu 6 bulan untuk pembangunan kembali rumah warga.

Untuk rekonstruksi Sulteng, pemerintah pusat menunggu Pemprov Sulteng menetapkan zona merah yang tidak boleh dihuni. Pemprov Sulteng juga harus menentukan zona aman yang akan menjadi tempat relokasi warga dari zona merah.

Pemerintah juga sudah mulai membangun kembali daerah terdampak gempa di Lombok, NTB. Pemerintah sudah mengucurkan anggaran Rp 1 triliun untuk rekonstruksi kembali daerah terdampak gempa di Lombok.

Untuk percepatan rekonstruksi pasca gempa di Lombok dan Sulawesi Tengah, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengadakan rapat terbatas membahas penanganan dan proses percepatan rekonstruksi, khususnya pengadaan hunian bagi warga terdampak gempa.

"Kita sudah masuk dalam tahap mengevaluasi dan juga sedang menyusun program percepatan daripada proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Kita memutuskan semua mempercepat, Lombok itu mempercepat pembuatan komponen-komponennya, dan di Palu segera menetapkan di wilayah mana kita relokasi dan pembangunan rumah rakyat," kata JK usai rapat di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2018).

Rapat yang dihadiri Menko PMK Puan Maharani, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menkes Nila Moeloek, Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Kepala BNPB Willem Rampangilei, hingga Gubernur Sulteng Longki Djanggola.

Untuk penanganan relokasi gempa Sulteng, tim telah menetapkan lokasi yang menjadi zona merah atau lahan yang tidak boleh dibangun kembali, dan lahan yang menjadi tempat relokasi warga.
"Sudah memberikan (ketetapan) daerah-daerah yang tidak boleh (dibangun lagi), artinya selain yang tidak boleh, maka boleh," ujarnya.
 

Daerah yang ditetapkan sebagai zona hijau untuk pembangunan kembali permukiman warga merupakan wilayah baru. Nantinya Pemerintah daerah di Sulawesi Tengah akan menetapkan lokasi yang menjadi pembangunan permukiman warga, untuk kemudian dibangun Kementerian PUPR. Sementara itu, sambil menunggu pembangunan kembali rumah warga di daerah relokasi, pemerintah pusat telah menyiapkan hunian sementara untuk warga.
"Huntara (hunian sementara) akan selesai akhir bulan ini," tuturnya.

Sekolah-sekolah terdampak gempa di Sulawesi Tengah juga telah dibangun kembali. "Dibangun oleh pemerintah dan juga oleh swasta, oleh lembaga-lembaga sosial," ungkap JK.

JK mengatakan rencana rekonstruksi kembali Lombok dan Palu ada yang sesuai target dan ada juga yang mundur dari waktu yang ditetapkan. Namun untuk pengadaan hunian sementara di Sulteng, pemerintah menargetkan waktu 8 bulan sudah selesai.
"Ini kan khususnya di Sulteng perlu ada diputuskan daerah merah, dan daerah kuning (dan juga daerah hijau)," ucapnya.

JK kemudian menanggapi kabar soal masih adanya sejumlah korban gempa Lombok yang masih mengungsi hingga saat ini. Menurutnya, warga terdampak gempa di Lombok sudah tidak banyak lagi yang mengungsi, namun banyak warga yang mendirikan tenda di samping rumahnya.

"Kalau di pengungsian umum itu boleh dibilang sudah tidak banyak, yang ada yang rumahnya akan diperbaiki dia kadang-kadang masih tidur malam di luar tapi sudah beraktivitas di rumahnya masing-masing," tuturnya.

"Dana sudah terima bagi yang mengalami rusak berat, sebesar 50 persen dari Rp 50 juta. Yang lainnya akan diberikan minggu depan, semua akan diselesaikan, dana nya sudah dikeluarkan menteri keuangan," pungkasnya.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077