23 Desember 2018 | Dilihat: 193 Kali
SELAT SUNDA DITERJANG GELOMBANG TSUNAMI
noeh21
 

 HiTvBerita.com - JAKARTA | Gelombang Tsunami menerjang sejumlah lokasi di Provinsi Banten dan Lampung disebabkan letusan atau longsoran Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. Menurut BMKG, ada kemiripan antara pola tsunami tersebut dengan yang terjadi di Palu, Sabtu, (22/12/2018) pukul 21.30 WIB.

 

 

Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sekitar pantai saat ini. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan kajian untuk memastikan penyebab tsunami dan kemungkinan susulannya.

Data sementara pasca gelombang pasang yang menerjang di beberapa kawasan pesisir di wilayah Kab Pandeglang. Adapun data korban sebagai berikut :

1.Puskesmas Carita
   a. 50 dirawat
    b. 6 meninggal

2. Puskesmas Cigeulis
    a. 32 orang dirawat

3. Puskesmas Panimbang
    a. 32 orang rawat
    b. 12 orang meninggal

4. Klinik Tanjung Leusung
    a. 19 orang dirawat

5. Puskesmas Labuan
    a. 50 orang dirawat
    b. 6 orang MD
    c. 3 orang dirujuk
6. Puskesmas Menes
    a. 14 orang dirawat
    b. 2 orang MD

7. Cibaliung
    a. 70 orang dirawat (30 luka berat, 40 luka ringan)

8. Puskesmas Sumur
    a. 6 orang MD

9. Puskesmas Jiput
    a. 21 orang dirawat
    b. 1 orang MD

 

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menganggap peristiwa tsunami yang menerjang Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) malam sebagai fenomena langka lantaran gelombang tinggi tidak terjadi karena gempa bumi.

Meski hingga kini penyebab jelas tsunami belum bisa dipastikan, Dwikorita mengatakan gelombang tinggi kemungkinan terjadi akibat longsor bawah tanah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Di saat yang bersamaan, dia memaparkan terjadi gelombang pasang akibat pengaruh bulan purnama sehingga ada kombinasi antara fenomena alam tsunami dan gelombang pasang.

"Persoalannya adalah data yang bisa memastikan apakah tsunami ini terjadi akibat eruspi Gunung Anak Krakatau belum lengkap. Apakah tremor dari eruspi gunung benar-benar menimbulkan longsor lereng masuk ke laut dan timbulkan tsunami. Itu yang belum jelas," pungkas Dwikorita.

Kemudian pukul 21.27 WIB tidegauge (pengamatan sementara) Badan Informasi Geospasial yang terekam oleh BMKG menunjukkan adanya tiba-tiba kenaikan muka air pantai. BMKG terus menganalisis dan merekam waktu, apakah kenaikan air itu air pasang akibat fenomena atmosfer, ada gelombang tinggi kemudian bulan purnama, jadi saat ini memang pada fase seperti itu.

“Namun setelah kami analisis lanjut gelombang itu merupakan gelombang tsunami, jadi tipe polanya sangat mirip gelombang tsunami yang terjadi di Palu," kata Kepala BMKG Dwikorita Kurnawati di Kantor BMKG, Jakarta, Minggu (23/12/2018).

Sebelumnya, BMKG telah memberikan peringatan soal gelombang tinggi sejak 21 Desember 2018, dan berlaku hingga 25 Desember 2018 karena faktor cuaca. Tsunami hari ini diduga oleh BMKG terjadi karena longsor. Berikut detik-detik terjadinya tsunami versi BMKG:

Hingga saat ini, dampak tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususnya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah. Hingga Pukul 07.00 WIB, data sementara jumlah korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 40 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka dan 2 orang hilang.

Kerugian fisik meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan rusak. Jumlah pengungsi masih dalam pendataan. Pandeglang adalah daerah yang paling parah terdampak tsunami.

Di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat. Daerah yang terdampak adalah permukiman dan kawasan wisata di sepanjang Pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang.

Di Lampung Selatan, 7 orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka dan 30 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Serang tercatat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka-luka dan 2 orang hilang.

Pendataan masih dilakukan. Kemungkinan data korban dan kerusakan akan bertambah.

Penanganan darurat terus dilakukan. Status tanggap darurat dan struktur organisasi tanggap darurat, pendirian posko, dapur umum dan lainnya masih disiapkan. Alat berat juga dikerahkan untuk membantu evakuasi dan perbaikan darurat. 

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077