24 Desember 2018 | Dilihat: 263 Kali
TSUNAMI SELAT SUNDA AKIBAT LONGSOR ANAK KRAKATAU
noeh21
 

HiTvBerita.com – JAKARTA |  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kepundan Gunung Anak Krakatau yang kolaps menyebabkan tsunami Selat Sunda.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan hal itu diperoleh dari analisa bersama BMKG dengan sejumlah lembaga lain, dipastikan kepundan Gunung Anak Krakatau yang kolaps menyebabkan longsor bawah tanah laut. Hingg akhirnya menimbulkan tsunami.

“Selat Sunda memang berkaitan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau," ucap Dwikorita dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (24/12).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelumnya menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Senin dini hari berada pada Waspada (Level II) dengan rekomendasi masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan mendekat dalam radius dua kilometer dari kawah.
 

Selama periode pengamatan 23 Desember 2018, pukul 00.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB, visual gunung terlihat jelas hingga kabut dengan skala 0-III. Gunung Anak Krakatau juga mengalami kegempaan tremor atau getaran terus dengan amplitudo 10-58, dominan 25 mm.

Diduga akibat erupsi gunung api di dalam laut ini pada Sabtu (22/12) malam menjadi pemicu tsunami di Selat Sunda karena material yang berguguran ke laut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut jumlah korban tewas akibat tsunami Selat Sunda mencapai 281 orang. Sementara, 1.016 lainnya mengalami luka-luka, dan 57 orang masih dinyatakan hilang.

FIRA

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077