22 Januari 2019 | Dilihat: 255 Kali
TIKET PESAWAT MAHAL GANGGU KUNJUNGAN WISATAWAN KE LOMBOK
noeh21
 

HiTvBerita.com - MATARAM | Tingginya harga tiket pesawat tujuan Lombok dinilai Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Barat, Dewantoro Umbu Joka akan mengganggu kunjungan wisatawan ke daerah itu.

"Mahalnya tiket pesawat ini sangat mengganggu kunjungan wisatawan ke NTB. Akibatnya juga berdampak pada penurunan pendapatan UMKM, seperti pusat oleh-oleh dan kuliner. Karena calon wisatawan akan berfikir dua kali mau datang belanja oleh-oleh. Belum di tambah bagasi yang berbayar," ujarnya di Mataram, Selasa (22/1/2019).

Dia mencontohkan, harga tiket pesawat tujuan Jakarta-Lombok pulang pergi (PP) saja sudah menembus Rp 2 juta sampai Rp 4 juta. Belum lagi untuk rute-rute lainnya dari dan menuju Lombok Internasional Airport (LIA).

"Bayangkan, harga tiket Lion Air dan Citilink itu kisarannya Rp 2 juta PP tanpa bagasi. Kalau Garuda Indonesia itu harga tiket Rp 3,8 juta sampai Rp 4 juta PP. Bandingkan dengan harga tiket ke luar negeri sangat murah Rp 1 juta sudah bisa PP. Bagaimana orang mau datang coba kalau harga tiketnya seperti itu," ucapnya.

Terkait mahalnya harga tiket tersebut, pihaknya sudah menyampaikan ke DPP Asita di Jakarta agar mendorong harga tiket pesawat tujuan Lombok juga bisa diturunkan seperti rute-rute lainnya.

"Kami sangat mengharapkan apa lagi NTB pascagempa ini butuh total 'recovery' (pemulihan) dari pemerintah pusat. Salah satu permintaan kita pihak maskapai untuk membantu dalam harga tiket khusus ke NTB," tegas Dewantoro.

Sebelumnya, anggota DPRD NTB, TGH Hazmi Hamzar juga telah menyuarakan mahalnya harga tiket pesawat tujuan Lombok dinilainya sangat memberatkan masyarakat.

Tingginya harga tiket pesawat tersebut, Lanjut Hazmi, membuat calon penumpang akan berpikir untuk datang ke Lombok. Akibatnya, NTB khususnya Lombok sebagai destinasi wisata dan sedang berupaya bangkit pascagempa, menjadi sepi pengunjung.

"Jangankan mau datang liburan, orang mau ngurusin kerjaan ke Lombok saja pasti malas, melihat harga yang begitu tinggi," ucap anggota Komisi II DPRD NTB bidang Pariwisata, Pertanian, Perikanan, Perindustrian dan Perdagangan itu.

Oleh karena itu, sudah seharusnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bergerak untuk melakukan sejumlah upaya kepada pemerintah pusat, agar mendorong harga tiket pesawat dari dan menuju Lombok diturunkan. Mengingat, pascagempa jumlah wisatawan yang berkunjung ke daerah itu juga sudah jauh menurun.

"Ini bukan karena penumpang yang ke Lombok sedikit, tapi memang karena harga tiket pesawat yang terlalu tinggi. Makanya di sinilah peran pemerintah supaya turun tangan mengatasi hal ini," ujarnya.

Hazmi berpendapat, percuma Pemprov NTB melakukan upaya promosi besar-besaran agar orang mau datang ke Lombok, tapi tidak dibarengi dengan rendahnya harga tiket pesawat.

"Sudah orang takut datang akibat gempa. Ditambah lagi dengan mahalnya harga tiket, semakin orang tambah berpikir untuk tidak datang ke Lombok kalau begini caranya," pungkasnya.

EKA SAPTY

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077