14 Desember 2018 | Dilihat: 136 Kali
OPM MASUK DAFTAR TERORIS DI PBB
noeh21
 

HiTvBerita.com - JAKARTA | Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menyampaikan pidato dalam penutupan masa persidang II Tahun 2018-2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Pria yang akrab disapa Bamsoet ini kembali mengungkapkan keperihatinan terhadap tragedi pembunuhan terhadap 20 orang pekerja Istaka Karya, di Kabupaten Nduga, Papua. Mengutuk keras tindakan pembantaian bersenjata oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) karyawan PT. Istaka Karya di Papua yang telah menimbulkan korban jiwa. Hal ini perlu diusut tuntas dan perlu tindakan preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Dewan menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang mendalam terhadap para korban beserta keluarga penembakan kelompok kriminal bersenjata yang sudah bertindak di luar batas dan sesungguhnya sudah bisa dikategorikan sebagai tindakan teroris,” katanya dalam slah satu pidato penutupan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2018/2019.

Bahkan Bamsoet, sapaan akrabnya, pun mendesak PBB untuk mengkategorikan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai kelompok teroris karena keberadaannya sangat meresahkan masyarakat. “Kalau kita mau, kita bisa mendesak PBB untuk memasukan Organisasi Papua Merdeka sebagai organisasi teroris, sebagaimana definisi PBB itu sendiri. Sebab, mereka sudah membunuh secara brutal dan meneror warga sipil tidak berdosa,” ujarnya.

Bamsoet menilai kejadian tersebut sebagai suatu tindakan yang keji. Dia juga menuding aksi itu dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). DPR juga bisa mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memasukkan Organisasi Papua Merdeka sebagai organisasi teroris
 

"Kita bisa mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memasukan Organisasi Papua Merdeka sebagai organisasi teroris, sebagaimana definisi PBB itu sendiri. Sebab, mereka sudah membunuh secara brutal dan meneror warga sipil tidak berdosa," kata Bamsoet.

Bahkan Bamsoet, sapaan akrabnya, pun mendesak PBB untuk mengkategorikan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai kelompok teroris karena keberadaannya sangat meresahkan masyarakat. “Kalau kita mau, kita bisa mendesak PBB untuk memasukan Organisasi Papua Merdeka sebagai organisasi teroris, sebagaimana definisi PBB itu sendiri. Sebab, mereka sudah membunuh secara brutal dan meneror warga sipil tidak berdosa,” ujarnya.

Legislator Partai Golkar itu menegaskan, tindakan kekerasan tersebut harus diimbangi dengan keseriusan pemerintah untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan. Ini penting guna menjaga stabilitas papua untuk sekarang dan masa depan.
"DPR juga berharap pemerintah dapat mengambil tindakan tegas dan keras terhadap pelaku dan memulihkan kondisi keamanan di Papua," pungkas Bambang.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077