21 Mei 2019 | Dilihat: 168 Kali
HARUS ADA RUANG DIALEKTIKA DAN KRITIK DALAM DUNIA PENDIDIKAN
noeh21
 

HiTvBerita.com – LOMBOK TIMUR | Hanya karena mengkritik kebijakan sekolah, salah seorang siswa kelas XII jurusan IPS SMAN 1 Sembalun Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) bernama Aldi Irpan dinyatakan tidak lulus oleh pihak sekolah, saat pengumuman Senin (13/5/2019) lalu.

Padahal Aldi menempati peringkat dua di jurusannya dengan total nilai 192. Sementara pihak sekolah menilai Aldi tak layak lulus lantaran kerap melakukan pelanggaran disiplin.

Mengenai permasalahan tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Reni Marlinawati angkat suara jika dunia pendidikan  harus menjadi ruang dialektika termasuk kritik bagi pendidik, siswa dan stakeholder pendidikan lainnya.
“Dialektika di dunia pendidikan harus dalam koridor etik dan harus dipertanggungjawabkan," ujar Reni.
 
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menyayangkan sekolah yang anti kritik.
“Kami menyayangkan kebijakan sekolah yang tidak meloloskan siswa karena dipicu mengkritik kebijakan sekolah. Jika itu menjadi dasarnya, ini jelas melanggar prinsip demokratisasi di dunia pendidikan,” ungkapnya.
 
Reni meminta agar persoalan yang telah menjadi perbincangan di publik ini dapat segera direspons oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.
“Perlu ada klarifikasi secara mendalam atas persoalan tersebut. Jika memang ketidaklulusan siswa hanya dipicu oleh karena mengkritik kebijakan sekolah, harus ada koreksi atas kebijakan tersebut," pungkas Reni.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077