26 Januari 2019 | Dilihat: 239 Kali
ILMUAN MUDA INDONESIA DIUNDANG MEMBANGUN JARINGAN DI ASEAN
noeh21
 

HiTvBerita.com – JAKARTA | ASEAN Foundation dengan dukungan ASEAN Secretariat dan Pemerintah Amerika Serikat melalui US Agency for International Development (USAID) mengundang ilmuwan muda dari 10 negara ASEAN untuk bergabung dalam program 2019/2020 ASEAN Science and Technology Fellowship.

Anthoni Octaviano, Communication Manager of the ASEAN Foundation mengatakan program ini bertujuan membangun kemampuan ilmuwan ASEAN dalam mendorong dan mengawal penerapan pembuatan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan di penjuru ASEAN.

Penempatan Di Kementerian

"ASEAN Foundation akan menempatkan para ilmuwan di kementerian-kementerian yang memiliki kaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi di negara masing-masing selama satu tahun," jelas Anthoni.

Dalam periode fellowship tersebut, para ilmuwan atau yang disebut fellow akan mendapatkan bimbingan dari kementerian masing-masing sehingga mereka dapat secara optimal membantu para pembuat kebijakan dalam membuat kebijakan berbasis bukti untuk kesejahteraan masyarakat. “Program ASEAN Science and Technology Fellowship sangat selaras dengan moto ASEAN, yaitu Satu Visi, Satu Identitas, Satu Masyarakat," ungkap Cheong Lee Sing, Kepala Divisi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di ASEAN Secretariat.

Angkat 3 Tema Penting

Ia menambahkan, program ini menjadi wadah bagi para ilmuwan ASEAN berkontribusi secara positif terhadap proses pembuatan kebijakan sehingga kebijakan-kebijakan yang dihasilkan berdampak baik terhadap masyarakat.

Sejak diperkenalkan tahun 2014, program ini banyak mengangkat tema yang mewakili isu-isu  paling mendesak di ranah ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi.

Pada pertemuan ASEAN-US Consultation on Science and Technology ke-8, tiga tema dipilih sebagai fokus utama program 2019 ini, yaitu (1) digital economy (2) innovative startups dan (3) science, technology and innovation for United Nations Sustainable Development Goals.

Ketiga tema ini dipilih karena penting membantu ASEAN untuk mencapai pasar global, mempromosikan inovasi dan integrasi serta memperkecil jurang kesenjangan antar negara ASEAN, sebagaimana tercetus dalam ASEAN Plan of Action on Science, Technology and Innovation (APASTI) 2016 – 2025.

Tunjangan Dan Fasilitas

Dampak positif program ini dirasakan langsung Prof Michael AB Promentilla, salah satu fellow program tahun 2018 dari Filipina menekankan bahwa keterlibatannya dalam program ASEAN Science and Technology Fellowship telah memberikan kesempatan luar biasa dan banyak pengetahuan baru tentang isu-isu ilmu pengetahuan dan teknologi di ASEAN.

“Berkat fellowship, saya berkesempatan terlibat dalam pengembangan peta jalan dan penguatan jejaring penelitian sistem kesehatan yang tangguh terhadap perubahan iklim dan bencana – sebuah sistem yang sangat dibutuhkan wilayah rawan bencana, seperti wilayah kami,” ungkap Promentilla.

Fellows akan menerima berbagai fasilitas selama program berlangsung, seperti tunjangan bulanan, kesempatan berjejaring dengan berbagai pemangku kepentingan di ASEAN dan keterlibatan dalam lokakarya dan rapat tingkat tinggi ASEAN. Program ini menerima lamaran hingga 24 Februari 2019.

Untuk informasi lebih lengkap tentang ASEAN Science and Technology Fellowship 2019, silahkan kunjungi https://aseanstfellowship.aseanfoundation.org

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077