11 Desember 2018 | Dilihat: 190 Kali
KSU JATIROGO RAMBAH PASAR MANCANEGARA
noeh21
 

HiTvBerita.com – JOGYAKARTA | Koperasi Serba Usaha (KSU) Jatirogo di Jalan Wates, Purworejo, Kulon Progo, Yogyakarta memiliki 1.500 anggota petani, memiliki komitmen tinggi dalam meningkatkan kualitas dan jenis produk pertanian organik, khususnya komoditi gula kelapa.

Koperasi yang berdiri sejak 26 November 2008, dimana para petani dengan rata-rata produksi yang diserahkan sebanyak 100 ton per hari. Perusahaan ini memproduksi Gula Kelapa Organik, baik itu gula semut maupun gula cetak dan telah merambah pangsa pasar hingga mancanegara.

Hingga bisa sampai ke titik tersebut, KSU Jatirogo telah melewati perjalanan panjang dan tak mudah. Dulu, mereka pernah kekurangan modal untuk membayar petani yang telah memberikan hasil panennya ke KSU Jatirogo untuk dipasarkan.
“Produk kami melimpah, pasar kami jelas tapi kami tidak bisa menjual lebih banyak karena kesulitan keuangan,” ujar Sekretaris KSU Jatirogo, Hendro.

Guna membantu permodalan, KSU Jatirogo mengajukan permohonan pinjaman kepada LPDB-KUMKM pada 2011 sebesar Rp 200 juta dan pada 2013 sebesar Rp 800 juta. Dengan suntikan dana yang diberikan, usaha koperasi akhirnya mampu semakin berkembang.

Bahkan, KSU Jatirogo sudah memperluas pangsa pasar hingga ke Amerika, Eropa, New Zealand, Australia, dan Jepang. Konsumen dari luar negeri tidak perlu meragukan kualitas dan aspek kebersihan dari produk yang dijual.

KSU Jatirogo telah memiliki tiga sertifikat organik yang disesuaikan dengan negara tujuan ekspor, sertifikat Standar Organik EU-Regulation untuk pasar Eropa, Standar Organik NOP-USDA untuk pasar Amerika, dan Standar Organik JAS untuk pasar Jepang. Lembaga Sertifikasi yang memberikannya adalah Control Union Certification (CUC) LSPO dari Belanda yang berkantor di Jakarta.
 

Dalam kurun waktu 10 tahun sejak berdiri, koperasi ini juga telah berhasil meraih predikat sebagai koperasi penggerak pembangunan dalam kategori Koperasi berorientasi ekspor dari Badan Pembangunan Nasional (Bapenas) pada pertengan 2017. Hal ini semakin membuktikan KSU Jatirogo membawa perubahan ekonomi masyarakat untuk kesejahteraan petani, khususnya pengrajin gula.

“Saya harap apa yang dilakukan LPDB-KUMKM ke KSU Jatirogo hingga berhasil seperti ini bisa dilakukan ke koperasi yang lain, sehingga ekonomi masyarakat bisa sejahtera” ucap Hendro.

Beberapa waktu yang lalu, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) tengah merancang Core Micro Financing System (CMFS), sebuah sistem untuk memantau penggunaan dan pemanfaatan dana bergulir oleh pelaku UMKM di Indonesia.

Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo, mengatakan CMFS saat ini dalam tahap penyempurnaan dengan target implementasi pada kuartal I 2019 mendatang.

"Sistemnya masih terus dibangun dan hampir jadi. Kuartal I 2019 kita terapkan," kata Braman, usai diskusi kegiatan strategis pengembangan koperasi dan UKM di Bogor, Jawa Barat, Senin (3/12/2018).

Braman mengungkapkan, sejak 2006 hingga 2017, total dana bergulir yang disalurkan mencapai Rp8,5 triliun. Ia menyayangkan dana sebesar itu selama ini tidak secara detail diketahui dampak pemanfatannya bagi pengembangan koperasi dan UMKM.

"Dengan adanya CMFS ini, nanti diketahui siapa end user (pengguna akhir) dan pemanfaatannya. Misalnya, kita berikan kepada BPR (Bank Perkreditan Rakyat) atau koperasi kepada anggotanya, nanti diketahui ke mana saja uang itu, apakah digunakan untuk kegiatan produktif dan lain sebagainya," ujarnya.

Tidak hanya itu, CMFS juga langkah awal LPDB-KUMKM dalam membentuk fintech pembiayaan sendiri, sesuai dengan arahan  dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Harapan OJK 2019 kita punya fintech mandiri. Menyongsong itu bisnis model terus kita kembangkan berbasis teknologi informasi," katanya.

Sejalan dengan itu, LPDB-KUMKM juga telah bekerja sama dengan enam vendor fintech untuk menyalurkan bantuan permodalan kepada pelaku usaha. Dana yang diberikan LPDB-KUMKM kepada enam fintech itu mencapai Rp 100 miliar.

"Bunganya juga kita kunci, tidak boleh semaunya vendor fintech. Kita syaratkan bunga yang dibebankan harus di bawah 10 persen. Dengan bunga rendah, tentu bisnis yang berjalan harus bagus atau memiliki profit besar,” pungkas Braman.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077