26 Desember 2018 | Dilihat: 182 Kali
PEMEGANG POLIS JIWASRAYA MAKIN CEMAS TIDAK BISA CAIRKAN DANA
noeh21
 

HiTvBerita.com - JAKARTA | Kondisi likuiditas PT Asuransi Jiwasraya yang tertekan membuat banyak nasabah tidak bisa mencairkan polis jatuh tempo. Akibat tekanan likuiditas tersebut Jiwasraya harus menunda pembayaran polis jatuh tempo sebesar Rp 802 miliar. Perusahaan memilih menyicil pembayaran bunga tersebut, yaitu sebesar 96,58 miliar kepada 1.286 polis jatuh tempo.

Berdasarkan catatan, pemegang polis yang ingin melakukan roll over maka Jiwasraya akan melakukan pembayaran di muka atas roll over sebesar 7 persen per annum neto atau setara 7,49 persen p.a nett efektif. Sedangkan pemegang polis yang tidak mau melakukan roll over, Jiwasraya memberikan bunga efektif sebesar 5,75 persen p.a neto.

Ratusan nasabah produk saving plan PT Asuransi Jiwasraya yang menolak melakukan roll over makin harap-harap cemas soal nasib uang mereka yang belum kembali. Termasuk dari kalangan warga negara asing (WNA) yang membeli produk yang dipasarkan lewat kanal bancassurance tersebut.

Koordinator Forum Komunikasi Pemegang Polis Bancassurance Rudyantho mengklaim di antara pemegang polis yang ikut menolak tawaran roll over dari perusahaan asuransi jiwa pelat merah tersebut adalah WNA. Terutama dari Korea Selatan dan India.

Seorang pemegang polis asal negeri ginseng, Park Jihyeon mengaku sejumlah pemegang polis yang senegara dengannya kini sedang was-was. Apalagi untuk mengikuti perkembangan masalah ini hingga mereka mendapat kejelasan waktu hak-hak mereka akan dipenuhi.

Pasalnya sebagai orang asing, waktu mereka di Indonesia juga dibatasi sesuai izin tinggal yang ada di visa. Bahkan karena visanya sudah habis, beberapa koleganya terpaksa pulang kampung tanpa mendapat kepastian pengembalian dana.

Tawaran roll over dari manajemen pun tak bisa mereka terima begitu saja. Karena teknisnya dinilai tak jelas. "Hitung-hitungan bunganya belum kami mengerti," kata dia, Minggu (23/12/2018).
 

Meski begitu dia masih berharap secepatnya ada kemajuan untuk mendapatkan dana investasi dan pengembangannya sesuai yang dijanjikan dalam polis melalui upaya bersama lewat forum pemegang polis.

Rudyantho menyebutkan, meski usaha untuk mencari pemecahan masalah yang bisa memuaskan pemegang polis yang menolak roll over belum memuaskan, pihaknya belum mau menyerah. Pihaknya masih akan terus meminta kejelasan kepada manajemen Jiwasraya maupun bank mitra yang memasarkan produk tersebut.

Menurut dia, para pemegang polis saat ini amat membutuhkan dana tersebut saat ini. Akibat duit itu tak kunjung cair, dia bilang beberapa pemegang polis kini dalam posisi terjepit. Contohnya, ada nasabah yang terpaksa meminjam uang dengan bunga yang lebih tinggi dari tawaran bunga roll over karena dana pengembangan investasi yang dijanjikan tak kunjung cair.

Ada juga pemegang polis yang harus meminjam uang untuk biaya pengobatan keluarganya. Walau sedang dalam kondisi terjepit dan menolak roll over, dia bilang para pemegang polis masih berharap bisa berdiskusi langsung dengan direksi Jiwasraya guna mencari jalan keluar terbaik.
"Bukan hanya win-win solution versi Jiwasraya lewat pemberian bunga karena tak jelas juga waktu pembayarannya," ungkapnya.

Karena itu pula, dia bilang pemegang polis belum menyiapkan opsi langkah hukum bila ketidakjelasan ini masih berlarut-larut. Saat ini, dia bilang sudah ada 208 pemegang polis saving plan yang bergabung dalam forum ini.

Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah karena pihaknya akan terus mensosialisasikan keberadaannya kepada pemegang polis lain yang juga menolak opsi roll over.

Sebelumnya, Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko tengah berupaya memulihkan kondisi likuiditas perusahaan melalui sejumlah strategi, seperti revitalisasi agen, melakukan evaluasi sekaligus memperkuat daya saing produk-produk yang potensial.

“Tujuannya adalah untuk menghasilkan premi yang sehat, jangka pendek hingga akhir 2018 nanti kami akan lanjutkan Quick Win Strategy,” katanya.

Adapun rencana quick win strategy, dengan mendorong produksi produk non-saving plan sekaligus melakukan percepatan digitalisasi untuk bisa memasarkan produk asuransi secara massal. Di samping itu, perusahaan juga akan perbaiki proses bisnis agar berjalan lebih efektif dan efisien.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077