10 Desember 2018 | Dilihat: 344 Kali
PERAIH GELAR KALPATARU MASIH DI KENANG OLEH KALANGAN MASYARAKAT
noeh21
Tugu Mak Eroh dan Abdul Rozak, terletak di tengah taman Alun-Alun yang berhadapan dengan Pendopo Lama Tasikmalaya dibangun untuk mengenang perjuangan Mak Eroh dan Abdul Rozak
 

HiTvBerita.com – KABUPATEN TASIKMALAYA | Masih ingat dengan tokoh yang satu ini, Abdul Rozak penerima Kalpataru tahun 87 dengan katagori Perintis Lingkungan dari Presiden Soeharto kala itu. Seorang petani di perbukitan, Kampung Pesanggrahan, Kelurahan Neglasari, Kabupaten Tasikmalaya. Berkat jasanya yang berhasil membuat terorowangan pada sebuah bukit untuk mengalirkan air pada sawah warga. Ia menghabiskan dana sendiri disamping dibantu swadaya masyarakat.

Tempat tinggalnya dikenal sebagai daerah perbukitan yang kering dan tandus, sehingga ketersediaan air menjadi masalah utama bagi masyarakat yang tinggal disana. Merasakan kondisi yang seperti itu, semangat Abdul Rozak bangkit untuk melakukan sesuatu guna kepentingan masyarakat.

Abdul Rozak, yang hanya sempat mengenyam sekolah sampai kelas I SR, telah berhasil membangun sebuah pembangkit tenaga listrik dengan biaya Rp 4,5 juta untuk menerangi desa Pesanggrahan dengan kekuatan 9.000 watt.

Akhirnya, pada tahun 1970, Abdul Rozak berupaya untuk membendung sungai kecil guna membuat bendungan lengkap, yang dimanfaatkan untuk irigasi dan pembangkit tenaga listrik. Untuk menaikkan permukaan air, ia menimbun batang pisang dan pepohonan lainnya. Selanjutnya ia mencetak petak sawah dan bendungan dan saluran air pun terus disempurnakan.

Untuk memperluas distribusi air, ia membuat saluran air melalui tebing dan membuat terowongan 180 meter. Saluran air yang melingkar di tebing jurang akhirnya dapat dialiri air. Masyarakat yang semula mencemoohkannya mulai menuai panen padi sawah 3 kali per tahun dan rumah-rumah penduduk mendapat penerangan listrik.

Walaupun mendapat tantangan dari isterinya yang minta cerai karena harta warisan dijual untuk membiayai membuat terowongan. Namun tidak menghalangi langkahnya, dengan dibantu 15 orang warga, terowongan berhasil dibangun dan mengalirkan air sehingga sawah terairi dan bisa panen setahun 3 kali.
 

Semangat yang dimiliki oleh Abdul Rojak, dilanjutkan oleh Mas’ud anaknya untuk terus memelihara dan merawat karya orangtuanya. Sekaligus meneruskan jejak yang telah dilakukan oleh orangtuanya hingga sekarang.

“Semangat dan cita-cita orangtua akan saya teruskan, dengan tujuan ingin mensejahterakan masyarakat di bidang perekonomian dan ketahanan pangan,” ujarnya saat ditemui wartawan HiTvBerita.com, Senin (10/12/2018).

Saat ini, meski sudah meninggal sosok seorang maestro H Abdul Rojak (alm) masih dikenang oleh masyarakat yang tinggal di Kabupaten Tasikmalaya. Hal ini dibuktikan dengan dibuatnya tugu yang indah terletak di tengah taman Alun-Alun yang berhadapan dengan Pendopo Lama Tasikmalaya.

Tugu Mak Eroh dan Abdul Rozak, dibangun untuk mengenang perjuangan Mak Eroh dan Abdul Rozak. Kedunya mendapat penghargaan di bidang lingkungan hidup pada pemerintahan Orde Baru.

HAS/MK

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077