17 Juli 2019 | Dilihat: 508 Kali
PERAMBAHAN HUTAN DOLOK IMUN SIPOHOLON MENGGANAS
noeh21
 

HiTvBerita.com TAPANULI UTARA | Polres Tapanuli Utara melaksanakan perayaan HUT Bhayangkara ke 73 bertempat di Hutaginjang, lokasi wisata pemandangan Danau Toba Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara yang di hadiri undangan dari berbagai elemen juga warga setempat, Rabu (11/06/2019)

HUT Bhayangkara ke 73 berjalan aman dan lancar, namun masih menyisakan berbagai kasus yang kurang mengenakkan bagi masyarakat. Masih banyak PR yang masih banyak kasus pelanggaran hukum yang menumpuk di wilayah hukum Polres Tapanuli Utara yang belum terungkap.

Menurut catatan  wartawan, kasus Korupsi, Pidana dan Perdata serta pencabulan juga perjudian masih menjadi catatan kriminal yang belum terselesaikan. Begitu juga kasus  illegal loging berupa perambahan hutan di Gunung Imun Sipoholon kian marak.

Bahkan kasus perambahan hutan di wilayah Tapanuli Utara sudah menjadi sesuatu hal lumrah, dimana setiap 3 bulan tidak beroperasi tapi dibulan keempat kembali beroperasi lagi. Situasi seperti ini dianggap telah ada kerjasama yang baik antara penegak hukum dengan oknum si perambah hutan?

Tdak heran, bisikan awak Sumut "semua dapat diatur di atas uang tunai", keluh warga yang terkena dampak.

Dari hasil investigasi wartawan di lokasi pengrusakan hutan para perambah pinus bebas dengan bebas menebangi pohon tanpa ada yang mencegahnya.  Begitu juga dengan menambangan galian C yang turut andil merusak alam tanpa ada rasa takut kepada petugas. Perbuatan ini membuat warga setempat jadi kebingungan, menduga adanya orang kuat bekingi pelaku.

Diketahui bahwa aktifitas ini dilakukan secara ilegal dan telah berlangsung selama dua tahun terakhir. Walaupun perbuatan ini sudah resmi dilaporkan kepada Dinas Kehutanan UPT KPH XII Tarutung yang dipimpin oleh Helvin Situngkir, juga kepada Dinas Lingkungan Hidu Taput, tapi sampai saat ini belum ada tindakan yang berarti.

Begitu juga Kapolres Taput, AKBP Horas Silaen, hingga saat ini belum melakukan tidakan nyata apapun, baik penyetopan penambangan maupun melakukan  menangkap terhadap si pelaku penambangan liar. Ada apa gerangan ya ?.

Padahal warga Desa Hutaraja Hasundutan sangat mengharapkan tindakan tegas penegak hukum seperti menyetop dan menahan para pelaku karena warga sangat resah. Kekhawatiran dan ketakutan kerap menghantui, apabila tiba-tiba terjadi longsor besar diiringi hujan deras dari Gunung Imun akibat gundulnya gunung tersebut.

Diperparah jika air minum yang mereka konsumsi bisa tercemar, dan termasuk air untuk mengairi sawah menjadi kering.
"Dengan kejadian ini kami warga Desa Hutaraja Hasundutan mengalami bermacam penyakit dan kesusahan", keluh warga.

Warga lainya menambahkan pada saat ulang tahun Bhayangkara ini kami bermohon kepada Kapolres Taput agar segera menyetop pengerusakan Dolok Imun serta menahan para pelakunya, kami percaya Kapolres pasti mampu mengungkap jaringan para pelaku yang terlibat.

Keturunan pomparan Naipospos sedunia merasa keberatan akan pengrusakan tanah ulayat milik si Raja Naipospos dan menghujat para pelaku dan mendesak Polres segera menghentikanya.

ALAIN DELON /NAHOR H

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077