11 Januari 2019 | Dilihat: 255 Kali
POLEMIK PENGELOLAAN HI-TECH MALL SURABAYA
noeh21
 

HiTvBerita.com – SURABAYA | Minggu ini warga Surabaya sedang hangat membicarakan status Hi-Tech Mall salah satu Mall yang telah menjadi icon Kota Surabaya. Dimana Hi-Tech Mall dikenal sebagai pusat IT terbesar, terlengkap dan termurah di Indonesia Timur tersebut harus segera dikosongkan per Maret 2019.

Dilangsir dari pemberitaan Jawa Pos, Hitech Mall harus segera dikosong sampai batas waktu Maret 2019. Kisruh yang terjadi menyangkut polemik berkepanjangan dalam pengelolaan antara PT Sasana Boga dengan Pemerintah Kota Surabaya. Sehingga diputuskan dimana peruntukan gedung ini tidak diperpanjang kontrak pengelolaan gedung.

"Akibat polemik tersebut menyebabkan kerugian yang dialami oleh para pedagang cukup signifikan, karena sudah tersebar berita pengosongan maka para pengunjung menjadi sepi. Padahal harapan para teman-temannya masih ingin tetap bertahan di sana", menurut Okky Tri Hutomo, Ketua DPD APTIKNAS (Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional) Jawa Timur.

Okky yang juga pakar IT ini menyayangkan mengenai polemik pengelolaan Hi-Tech Mall yang tentu merugikan para pedagang dan konsumen.
"Mereka ini kan bukan hanya pedagang kecil, bukan hanya reseller, kebanyakan mereka adalah para pedagang-pedagang besar, dealer, service center hingga distributor. Ini mungkin yang sepertinya tidak atau belum dipertimbangkan oleh Pemerintah Kota Surabaya, jika mereka harus pindah dari Hi-Tech Mall, maka imbasnya sangat besar bagi perjalanan bisnis IT khususnya di Kota Surabaya," kata Okky.

Informasi terbaru para pedagang ex Hi-Tech Mall direncanakan akan dipindah ke dua lokasi yakni Kaza dan ITC Mall Surabaya. Mengenai informasi ini, Okky menanggapi dengan serius.

"Jika mereka keluar dari Hi-Tech Mall, pertimbangannya adalah ekosistem bisnis IT yang sudah terbentuk akan terjadi masalah, belum lagi trafik pengunjung atau konsumen. Dimana para konsumen atau penikmat produk IT/komputer dari luar kota Surabaya telah mengenal Hi-Tech Mall Surabaya di jalan Kusuma Bangsa,” ungkapnya.

Supardjo selaku Bendahara DPD APTIKNAS yang juga membuka usahanya di Hi-Tech Mall mengatakan, bukan jadi rahasia lagi, jika transaksi bisnis yang datang ke Hi-Tech Mall itu bukan hanya orang Surabaya saja, tapi banyak orang dari luar Surabaya, baik kota-kota di Jawa Timur bahkan sampai Indonesia Timur.

“Kami akan memulai dari nol lagi jika pindah ke tempat yang baru, saya sangat berharap agar ada kesempatan mediasi untuk mencari solusi terbaik. Saya juga siap untuk turut terlibat, karena saya dan teman-teman sudah berusaha di Hi-Tech Mall itu telah lama sekali serta berkeinginan tetap berusaha disini." ujarnya.

Sementara Soegiharto Santoso alias Hoky selaku Ketua Umum DPP APTIKNAS yang memiliki 27 DPD APTIKNAS se Indonesia menyatakan, bahwa isu polemik Hi-Tech Mall tersebut telah menjadi isu nasional dan sangat memprihatinkan sekali.

Oleh sebab itu upaya mediasi dengan Pemerintah Kota Surabaya termasuk dengan Wakil Rakyat bisa menjadi solusi yang baik.

APTIKNAS yang anggotanya juga banyak menjalankan bisnis di Hi-Tech Mall siap membantu dan mendukung agar iklim bisnis IT di Hi-Tech Mall kembali kondusif dan tumbuh kembali.

“Salah satu contoh mungkin pengelolaan Hi-Tech Mall Surabaya bisa dilakukan oleh perusahaan daerah semisal  PD Pasar Surabaya, sehingga Pemerintah Kota bisa mendapatkan pemasukan dari para pelaku bisnis IT di Hi-Tech Mall tanpa perlu berpindah ke lokasi yang lain," ujar Hoky.

Hoky juga menyatakan sangat mendukung upaya yang dilakukan Ketua DPD APTIKNAS Jawa Timur.

"Jika diperlukan sebagai pihak mediasi, saya selaku Ketua Umum DPP APTIKNAS siap hadir terbang dari Jakarta." pungkasnya

OTHONE

Terkait

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077