07 Januari 2019 | Dilihat: 168 Kali
PRIHATIN INDONESIA AKAN IMPOR JAGUNG
noeh21
 

HiTvBerita. com - JAKARTA | Pemerintah Indonesia kembali akan menambah impor komoditas jagung di tahun 2019 sebesar 30.000 ton. Angka ini merupakan tambahan dari impor 100.000 ton pada tahun 2018 lalu. Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) pun akan ditugaskan untuk melakukan impor tersebut.

Kebijakan pemerintahan Joko Widodo, khususnya di sektor pangan belakangan ini silih berganti menjadi bahan perbincangan berbagai pihak. Beberapa media massa nasional terus memuat narasi-narasi yang mempertanyakan langkah-langkah pemerintah.

Yang menjadi pertanyaan terbesar tentu soal keputusan pemerintah yang berencana mengimpor jagung sebanyak 100 ribu ton, di tengah perhitungan produksi jagung tahun 2018 yang diperkirakan surplus hingga 12,98 juta ton.

Semua harus memakluminya dengan alasan sebagai bagian dari upaya membangun kedaulatan pangan dengan mengawasi dan menjaga keberlanjutan ketersediaan dan produksi pangan dalam negeri.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan, saat ini pihaknya tegah menyiapkan perizinan impor dan penugasan impornya. Penugasan sendiri akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logisitik (Bulog).

"Iya (impor lagi 30.000 jagung). Lagi di proses perizininannya kan kita prosesnya sedang mengusulkan penugasannya," ujarnya saat ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Oke menambahkan, keputusan impor ini sendiri sudah disetujui oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam acara rapat koordinasi di kantornya beberapa waktu lalu. Tujuannya adalah memenuhi kebutuhan jagung untuk para peternak mandiri.
"Sudah perintah rakor, menurut rakortasnya harus nambah. Untuk peternak mandiri," ucapnya.

Oke menambahkan, nantinya impor jagung ini ditargetkan datang semua pada Maret 2019. Artinya selama tiga bulan ke depan akan ada 60.000 ton jagung impor yang akan datang ke Indonesia.

60.000 ton tersebut merupakan akumulasi dari sisa impor tahun lalu. Di mana pada tahun lalu, impor jagung yang datang baru 70.000 ton dari 100.000 ton, sehingga 30.000 ton sisanya diputuskan bisa datang pada Maret 2019.

"Diharapkan Maret. Iya izinnya sampai Maret yang 100.000 ton itu terus dikasih lagi 30.000 ton," ucapnya.

Dengan begitu lanjut Oke, impor jagung tidak akan berpengaruh terhadap panen raya petani. Karena pada rakortas tersebut juga turut diundang para petani jagung untuk ditanyakan bagaimana dampaknya jika menambah 30.000 ton impor jagung lagi.

"Enggak (bentrok dengan panen raya). itu udah keputusan rakortas. jadi udah semua pihak membicarakan," ucapnya

DIANA

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077