02 Mei 2019 | Dilihat: 182 Kali
PWO IN AKAN LAKUKAN UPAYA HUKUM TERHADAP WARTAWAN YANG MENGALAMI KEKERASAN OLEH OKNUM POLISI
noeh21
 

HiTvBerita.com - JAKARTA | Tindak kekerasan yang dialami oleh para kuli tinta kembali terjadi saat meliput kegiatan demo pekerja di  Hari Buruh (May Day) di depan Gedung Sate, Bandung Jawa Barat, pada hari Rabu, 01 Mei 2019.

Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWO IN), sebuah organisasi bernaungnya para wartawan media online langsung angkat bicara. Terkait tindakan kekerasan yang dialami oleh wartawan yang dilakukan oleh oknum kepolisian, saat demo Hari Buruh (May Day) di depan Gedung Sate, Bandung Jawa Barat, pada hari Rabu, 01 Mei 2019.

Ketua PWO IN Ferry Rusdiono menyebut bahwa tindakan oknum Aparat yang melakukan tindakan kekerasan terhadap Wartawan saat melakukan tugasnya tidak bisa dibiarkan.
"PWO IN meminta Pimpinan Kepolisian memberi tindakan yang tegas kepada aparatnya yang dianggap melakukan tindakan melanggar hukum sesuai dengan hukum yang berlaku," tandas Ferry Rusdiono, dalam pernyataan persnya, hari ini.

Menurut Ferry, selain pelanggaran terhadap UU PERS Nomor : 40/Tahun 1999, oknum polisi yang melakukan penganiayaan dan perampasan barang milik wartawan tersebut merupakan pelanggaran pidana yang diatur dalam KUHP.

Ferry juga berharap agar tindakan kekerasan terhadap Wartawan dalam melakukan tugas jurnalistiknya harus dihentikan.
"Dalam melakukan tugas jurnalistiknya, wartawan dilindungi UU PERS Nomor : 40/ Tahun 1999," tegasnya.

Seperti diketahui, Fotografer Tempo, Prima Mulia dan jurnalis freelance Iqbal Kusumadireza (Reza) mengalami penganiayaan saat meliput Peringatan Hari Buruh Internasional yang berpusat di Gedung Sate, Bandung.

Sekitar pukul 11.30, Reza dan Prima berkeliling sekitar Gedung Sate untuk memantau kondisi pergerakan massa buruh yang akan berkumpul di Gedung Sate. Saat tiba di Jalan Singaperbangsa, sekitar Dipatiukur, Prima dan Reza melihat ada keributan antara polisi dengan massa yang didominasi berbaju hitam-hitam. Reza dan Prima mengaku melihat massa berbaju hitam tersebut dipukuli oleh polisi. Melihat kejadian tersebut, keduanya langsung membidikan kamera ke arah kejadian tersebut.

Setelah pindah lokasi untuk mengabadikan gambar yang lain, Reza tiba-tiba dipiting oleh seorang anggota polisi. Menurut Reza polisi tersebut dari satuan Tim Prabu Polrestabes Bandung. Menurut Reza anggota Tim Prabu itu menggunakan sepeda motor Klx berplat nomor D 5001 TBS. Saat dipiting, Reza dibentak dengan pertanyaan “Dari mana kamu?” Reza langsung menjawab “wartawan”. Lalu menunjukan id pers nya.

Saat itu juga, polisi tersebut malah mengambil kamera yang dipegang Reza sambil menginjak lutut dan tulang kering kaki kanannya berkali-kali.
“Sebelum kamera diambil juga udah ditendang-tendang. Saya memepertahankan kamera saya. Sambil bilang saya jurnalis,” kata Reza dalam keterangannya kepada rekan wartawan lainnya.

Kaki kanan Reza mengalami luka dan memar. Setelah menguasai kamera Reza, polisi tersebut menghapus sejumlah gambar yang sudah diabadikan Reza. Sedangkan Prima Mulia mengalami hal yang sama. Hanya saja, Prima tidak mendapat kekerasan fisik dari polisi. Prima mengaku disekap oleh tiga orang polisi. Dia diancam dan foto-fotonya dihapus. Salah satu polisi itu mengatakan “Mau diabisin?”

Ketika rombongan pertama pendemo di Jalan Bagus Rangin tiba-tiba rusuh. Massa pun kocar kacir berlarian menyelematkan diri, sementara terlihat Polisi menangkap para demonstran sambil dihajar.

Saya bersama Reza bisa masuk untuk mengambil gambar kekerasan oleh polisi, sedangkan  rekan-rekan Wartawan lain dicegat tidak boleh masuk area kerusuhan. Polisi terus menghajar para pendemo strange sambil menembak senjata ke udara berkali-kali ke udara.

Saat mengambil gambar itulah, saya ditangkap oleh 3 orang polisi yang berpakaian preman sambil mengancam dan minta gambar dihapus.
“Dari situ Saya liat Reza mengalami kekerasan fisik dan didorong sampai jatuh. Semua file foto dihapus,” kata Prima.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Irman Sugema, mengaku terkejut saat mendapatkan laporan terkait kejadian tersebut. Menurutnya perwakilan Polrestabes Bandung telah bertemu dengan sejumlah wartawan yang menjadi korban kejadian tersebut di Rumah Sakit Boromius Bandung.
"Saya juga kaget denger itu, kami terima dari teman- teman media dan kami juga sudah tengok tadi di Rumah Sakit Boromius dan tadi sudah komunikasi dan apa permasalahannya apa dan alhamdulilah sudah bisa pulang," ujar Irman di Mapolrestabes Bandung, Rabu 1 Mei 2019.

Irman menegaskan akan memproses secara hukum jika memang kejadian yang menimpa sejumlah wartawan benar adanya dilakukan oleh para oknum kepolisian.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077