29 Desember 2018 | Dilihat: 173 Kali
REFLEKSI JURNALIS AKHIR TAHUN 2018
noeh21
 

HiTvBerita.com - SURABAYA | Mata Pena Mata Hati Production bersama Mahasiswa Save Jurnalis dengan di dukung oleh THR Institute menyelenggarakan acara refleksi akhir tahun dengan tema "Laju Pena Tak Terhalang Jeruji", dihadiri kurang lebih 150 peserta.

Acara tersebut merangkul guyub, rukun, kawan-kawan jurnalis, beserta Aktivis, Mahasiswa, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), dan Para Elemen Masyarakat, di Pendopo THR Surabaya, (THR Institute), Jum’at (28/12/2018).

Dalam acara tersebut hadir pula para senior dalam dunia Pers seperti Gatot Panji Nasional, Marzuki, Hendro dan masih banyak lagi yang lainnya. Bahkan tak di nyana, rekan media yang berasal dari luar kota pun ikut hadir di pendopo THR Institute, seperti dari Mojokerto.

Merekapun di berikan kesempatan memberikan sambutan dan memperkenalkan diri agar semakin akrab dalam menyambung nilai persaudaraan antar jurnalis.

Acara diawali dengan sambutan dari Udin Sakera, di lanjutkan sambutan dari berbagai elemen yang hadir memberikan pencerahan sekaligus memberikan sumbangsih, sebagai refleksi akhir tahun para jurnalis. Dari sambutan tersebut, bisa berbagi pengalaman sekaligus memberikan kiat-kiat untuk mengemban tugas sebagai jurnalis, dan berbagai masukan yang bervariatif.

Kiki dari Media Rakyat Jelata sebagai penggagas acara tersebut dalam sambutannya, mengatakan bahwa acara ini terselenggara dengan niatan tulus tanpa tendensi apapun, dan murni tanpa sponsor atau proyek politik, dengan biaya ditanggung bersama rekan-rekan semua. Tujuan acara ini semata kami gelar untuk mengingat kembali segala persoalan yang ada di 2018 sebelum sebelum memasuki Tahun Baru 2019.
 

Dalam kesempatan itu, Kiki menyambut kehadiran dan memperkenalkan sang rekan jurnalis "Ade"  yang baru saja mengalami kriminalisasi oleh sebuah institusi pemerintah. Predikat yang disandang oleh sosok Ade sebagai jurnalis yang di kriminalisasi oleh sebuah kekuatan besar tak membuat surut nyali para jurnalis yang tetap berada di garis perjuangan. Pengalamannya sebagai figur dan suri tauladan untuk kawan-kawan jurnalis akan menjadi tonggak sejarah khususnya di Kota Surabaya.

"Laju Pena Tak Terhalang Jeruji" sebagai bentuk bahan renungan agar mengingatkan kembali betapa besar resiko dan berat tugas yang diemban seorang jurnalis. Untuk itu, dengan kehadiran Ade diharapkan dapat memberikan spirit baru kepada rekan jurnalis se- Indonesia khususnya "Arek Suroboyo". Melalui semangat dan tekad, apapun resiko yang dipikul sebagai jurnalis terus mengalir di dalam tubuh dan mengakar untuk berkarya dan berjuang melalui tulisan untuk rakyat.

Kehadiran Ade diacara tersebut, disambut penuh haru sekaligus bangga karena Ade mampu melewati masa-masa tragis, berupa intervensi dan intimidasi, yang telah mengukir di dinding-dinding, pilar-pilar, lubuk hati seorang jurnalis. Ini semua merupakan inti dari refleksi jurnalis akhir tahun 2018, dimana rangkuman dan serangkaian ketabahan dengan pendirian teguh, sebagai karakter jurnalis ketika dipenjara (korban kriminalisasi) bisa menjadi bahan renungan kita semua.

Dalam sambutannya, Ade menjelaskan semua kronologis mulai penangkapan hingga proses persidangan sampai putusan semua tidak sesuai dengan fakta. Ade yang pada awalnya dijerat dengan pelanggaran UU ITE dan dianggap melakukan pemerasan namun tidak terbukti, namun majelis hakim dalam akhir putusannya menjatuhkan vonis bersalah karena melakukan pencemaran nama baik.

"Saya tetap bersabar dalam menjalani proses itu, dan saya yakin Allah Maha Tahu segalanya. Hanya satu pesan saya, jangan pernah takut dengan jeruji, itu hanya buatan manusia. Teruslah berkarya, masyarakat butuh kita" ucapnya.

Terima kasih, ujar Ade, untuk semua rekan yang selama ini sudah mensupport saya secara langsung maupun tidak, semua dukungan kalian menjadi kekuatan saya. Hingga detik ini saya masih bisa berdiri di hadapan kalian dan bertemu dengan saudara sesama profesi kembali. Saya tetap bersyukur dan mohon maaf bila merepotkan selama ini.

“Saya harap dengan adanya kegiatan refleksi ini kawan-kawan juga meningkatkan kepedulian dan selalu menjaga keutuhan, persatuan, dan kesatuan kita sebagai insan pers yang hidup bersama." terangnya.

Pada kesempatan itu juga, Kiki mewakili rekan-rekan lainnya menyerahkan piagam penghargaan kepada Ade sebagai wujud apresiasi dari seluruh rekan jurnalis yang ikut prihatin atas kriminalisasi yang di alami oleh Ade beberapa waktu lalu.

Selanjutnya, semua peserta yang hadir diberikan kesempatan untuk foto bersama dengan Ade, dihibur dengan iringan tim Angklung RJC.

Sebelum meninggalkan tempat acara, Gatot Panji Nasional berpesan agar terus menjalin silaturahmi agar suatu masalah akan mendapatkan solusi. Kita bisa berdiskusi dan saling mengisi, untuk memupuk sekaligus menjaga keakraban dan keutuhan kita semua.

M GON/BAY/RED

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077