03 Juli 2019 | Dilihat: 97 Kali
TPHD HARUS BEKERJA LEBIH KERAS
noeh21
 

HiTvBerita.com - JAKARTA |  Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) diharapkan untuk bisa bekerja lebih keras, bertanggung jawab dan ikhlas dalam menjalankan tugas-tugas pokoknya dalam melakukan pendampingan terhadap jemaah haji Indonesia.

Hal itu diutarakan, Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher mengingatkan kuota haji Indonesia mengalami penambahan sekitar 10 ribu jemaah, sehingga peran TPHD menjadi signifikan dalam memandu jemaah haji Indonesia.
"Petugas haji harus ikhlas, bertanggung jawab. Karena mereka banyak yang datang dari kampung dan desa sehingga mereka butuh bimbingan," ujar Ali Taher, Selasa, (2/7/2019).
 
Komisi VIII selaku pihak yang melakukan fungsi pengawasan terhadap implementasi dan berjalannya pelaksanaan ibadah haji tentu mengharapkan semuanya berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan. Oleh karena itu penambahan kuota Haji tentu menjadi satu pekerjaan rumah yang harus dipersiapkan oleh pemerintah atau khususnya TPHD.
 
Kepada masyarakat yang mendapatkan amanah sebagai TPHD, Ali Taher berpesan agar dapat menjalankan tugas dengan baik sehingga masyarakat yang melakukan ibadah haji dapat terfasilitasi dengan baik dan nyaman. 
"Bagi petugas haji itu bentuk amanah, kemuliaan dan penghargaan Allah kepada mereka yang dipilih. Karena yang berminat TPHD itu banyak," ujar politisi PAN tersebut.

Seperti diketahui, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberikan tambahan Kuota Haji bagi Indonesia yang langsung dimanfaatkan Pemerintah Indonesia untuk menambah kuota haji di semua provinsi. Dan tambahan kuota ini diutamakan bagi calon haji lanjut usia (lansia).
 
 
Segera setelah mendapatkan kuota tambahan, pemerintah dan DPR RI langsung menggelar rapat untuk mendistribusikan kuota ini ke seluruh provinsi, sekaligus juga menyiapkan anggaran tambahan bagi jemaah tambahan ini. Kuota haji Indonesia yang semula 221.000 jemaah, kini menjadi 231.000 jemaah.
“Sudah dibagikan secara merata kuota tersebut ke seluruh daerah. Secara teknis Kementerian Agama yang membaginya sekaligus menyiapkan anggarannya,” pungkas Ali Taher.
 
Agar tak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), maka Komisi VIII DPR RI dan Kemenag menyisir kembali beberapa pos anggaran haji dalam APBN 2019 yang masih bisa dihemat atau dipotong untuk menutupi kekurangan anggaran Rp 353 miliar. Sisanya baru bisa diambil dari APBN.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077