18 Desember 2018 | Dilihat: 216 Kali
Dr EGGI SUDJANA SH MM :
WARTAWAN HARUS JUJUR DAN BERANI
noeh21
 

HiTvBerita.com – JAKARTA | Perhelatan akbar insan Pers berupa Musyawarah Besar (Mubes) Sekretariat Bersama (Sekber) Pers Indonesia dihadiri sekitar 3000 peserta dari berbagai media baik cetak maupun media online seluruh Indonesia, di Gedung Sasono Budaya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Selasa (18/12/2018) siang.

Antusias mereka menghadiri Mubes dengan satu tujuan agar nasib para kuli tinta mendapat perhatian dan perlakuan yang adil dari Pemerintah yang dalam hal ini Dewan Pers. Dinyatakan bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, sehingga kemerdekaan mengeluarkan pikiran dan pendapat sebagaimana tercantum dalam Pasal 28 Undang-undang Dasar 1945 harus dijamin.

Salah satu pembicara di Mubes Sekber Pers Indonesia, DR Eggi Sudjana SH MM mengemukakan jika setiap wartawan harus memiliki integritas dan berpihak kepada kebenaran dalam menjalankan profesinya, jujur, tegas dan berani.
“Jadi, harus berani memaparkan  fakta,” jelas pengacara kondang dalam orasinya.

Setiap insan pers, lanjut Eggi, harus bersikap netral sesuai tuntutan profesinya, sesuai dengan fakta-fakta dan bukti yang kuat untuk dijadikan bahan berita tanpa ada kemaksaan.
“Jadi harus mandirilah, dan yang paling penting jangan ada fakta tapi tutup mata” jelas Eggi tertawa, yang juga menjadi lawyer dari Sekber yang mendapat tepukan tangan para peserta.
 
Dia juga memberikan motivasi kepada insan pers, terutama di Sekber, agar terus berjuang demi kebebasan pers yang sehat, pers yang netral dan independen. Hal ini dilakukan mengingat Eggi sudah menjadi bagian dari Sekber, kehadirannya untuk memberikan orasi juga atas perstujuan dan undangan dari Sekber.

Sekedar bukti, M Brando mantan Pejudo Nasional ini, menyebut saat media-media dituding Dewan Pers sebagai media abal-abal, maka Eggi berada di garda depan. Dia memberikan somasi agar Dewan Pers mengajukan minta maaf, sekaligus bertanggungjawab terhadap tewasnya M Yusuf sebagai momentum lahirnya Sekber yang dinilai sangat diskriminatif terhadap media massa, khususnya media online.
“Itu dia yang tidak diketahui para peserta,” tegas Brando.
 

Karena bagian dari Sekber, maka Eggi tahu persis penderitaan media ataupun wartawan yang tergabung di Sekber. Mereka menuntut kesetaraan dalam menjalankan tugas profesinya, terutama di kalangan pemerintah.  Dari mulai soal UKW wartawan, terdaftar atau terverifikasi, termasuk ditolak saat mengajukan wawancara.
“Semua itu tidak lepas dari goodwill penguasa yang tidak berpihak kepada sebagian pers, kecuali yang mainstream,” jelas Brando.

Nah, saat orasi itu,  Eggi menyebut ada Pemilihan Presiden (Pilpres) yang bisa menjadi momentum pers yang tergabung dalam Sekber untuk meningkatkan jati dirinya baik sebagai pemilik media  maupun wartawan.
“Pilpres itu ya kan ada dua hasilnya,  berubah atau melanjutkan. Sayangnya Bang Eggi menyebut ganti presiden. Kalimat itu yang dinilai kampanye. Padahal, kita tahu maksudnya,” papar Brando bersemangat. 

Kata ganti presiden itu yang menyulut sebagian peserta maju ke depan. Mereka berteriak agar menghentikan orasinya. Untunglah panitia siap memenangkan peserta sehingga Mubes terus berlangsung.

Dengan kejadian tersebut, pihak panitia penyelenggara Wilson Lalengke sebagai Ketua dan Heintje Mandagie Sekretaris, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Eggi Sudjana atas peristiwa yang tidak etis tersebut.
“Itu tidak ada kaitannya dengan politis. Kami atas penitia menyatakan mohon maaf kepada beliau,” pungkas Heintje yang disambut applaus dari sebagian peserta Mubes.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077