20 Desember 2018 | Dilihat: 193 Kali
USULKAN TIM KHUSUS LINDUNGI BURUH MIGRAN DARI KEKERASAN
noeh21
 

HiTvBerita.com – JAKARTA | Masih adanya ketidakadilan terhadap buruh migran Indonesia, khususnya perempuan, menjadi sorotan Partai Berkarya. Politikus Berkarya yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Pengusaha Berkarya (PBPB) Rahmat menyatakan, perlu ada gugus tugas khusus dari pihak terkait untuk melindungi buruh migran yang ada saat ini. Termasuk, mengantisipasi jatuhnya vonis mati kepada para buruh migran.  

"Banyak buruh migran yang terjerat kasus hukum dan akhirnya divonis mati tanpa adanya dukungan hukum dari pemerintah Indonesia," ujar Rahmat usai peringatan Hari Buruh Migran, Jakarta, Rabu (19/12/2018).

Rahmat menilai upaya pemerintah melindungi warga negara yang bekerja sebagai buruh migran belum komprehensif. Hal ini terlihat dari sejumlah regulasi terkait perlindungan dan jaminan sosial ketenagakerjaan yang belum banyak berpihak ke mereka.

"Buruh migran pahlawan devisa, mereka  mampu menyumbang USD 8 miliar setiap tahunnya. Tapi sayangnya, tidak sebanding dengan perlindungan terhadap diri mereka di luar negeri," ujarnya.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di luar negeri juga hanya sebatas memantau, tapi tidak membantu melindungi penuh hak-hak dan derajat mereka sebagai WNI. Padahal, para buruh migran itu seharusnya berkedudukan sama di mata hukum menurut UUD.

"Itu sebabnya kita menyarankan, perlu ada organisasi berbentuk gugus tugas khusus untuk melindungi buruh migran," pungkasnya.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077