09 April 2019 | Dilihat: 286 Kali
KRITISI PERUSAHAAN TAMBANG DI MOROWALI
noeh21
 

HiTvBerita.com - MOROWALI | Wanita cantik yang satu ini memliki gaya yang eksentrik dengan agak sedikit cuek, tidak disangka-sangka ternyata diusung oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk bertarung merebut kursi panas senbagai Calon Anggota Legislatif 2019 untuk DPRD tingkat II Kabupaten Morowali yang meliputi Kecamatan Bahodopi, Kecamatan Bungku Pesisir dan Kecamatan Menui Kepulauan serta Kecamatan Bungku Selatan.

Sebut saja namanya Risnawati, penyandang gelar Sarjana Ekonomi ini dalam keseharian ternyata bergelut sebagai seorang jurnalis. Jauh dari perkiraan semua orang yang disangkanya menjadi seorang wanita karier,  wajah yang selalu dihiasi make up dengan setelan blazer dan duduk di ruang ac yang sesekali mengumbar senyum.

Rina panggilan akrabnya, lebih memilih celana jeans, kaos, atau pun baju panjang, wara wiri mengejar nara sumber. Lalu balik ke kantor, menuangkan semua wawancara ke dalam berita dengan tenggat waktu terbatas, deadline yang menjadi tanggungjawabnya sebagai pemilik media online viewnews.com.


Dari profesi inilah, daya kritisnya terus terasah dan terarah apalagi jika melihat nasib wong cilik yang selalu menjadi korban dari arogansi kekuasaan, emosionalnya langsung meledak-ledak.
"Saya ingin menjadi super women untuk melawan arogansi itu," tuturnya tertawa kecil. 

Sadar akan dirinya yang hanya seorang jurnalis, sekedar pemberi informasi dan mengkritisi tanpa punya kewenangan untuk menindak.

"Paling sekedar terima kasih. Nanti kita pelajari lebih lanjut," jelas perempuan berkulit sawo matang ini.

Semangat inilah yang membuatnya menggebu-gebu untuk mejadi salah satu wakil rakyat, sebagai legislator yang nanti bekerja guna mengawasi kinerja birokrat. Makanya, ketika mendapat tawaran dari PSI, dia tidak menampik. 

"Saya ingin berbuat lebih untuk masyarakat. Terlebih bagi tanah leluhurnya Kabupaten Morolawi, Sulawesi Tengah, sebuah daerah yang dikenal penghasil Nikel terbesar di Indonesia," tekad Rina.

Fakta dilapangan, terrnyata tambang itu tidak membuat masyarakatnya makmur dibandingkan para pendatang yang mengadu nasib.

"Mereka jauh tertinggal," ujarnya perlahan dengan mata sedikit berkaca-kaca, menahan tangis. 
 

Padahal, jika menoleh Morowali saat masih duduk dibangku SMA, atau tepatnya sebelum marak pertambangan, saat dikelilingi hutan belantara, mereka jauh lebih makmur. Keseharian mereka disediakan oleh alam, baik bercocok tanam maupun melaut.

Tapi, akibat tambang itu, semuanya serba terbatas. Laut dan darat tercemar, lahan pertanian terbatas, digerus  atau dicaplok oleh tambang. Eh sudah begitu, ditambah skill yang pas-pasan. Akibat masyarakat sekitarnya tidak bisa ditampung perusahaan.

"Akibatnya banyak yang menjadi buruh kasar, karena tidak ada pilihan" ungkap perempuan kelahiran Kendari yang dibesarkan di Palu, Sulawesi Tengah.

Contohnya, lanjut Rina, Dapil 2 yang meliputi Kecamatan Bahodopi, Kecamatan Bungku Pesisir, Kecamatan Menui Kepulauan, Kecamatan Bungku Selatan sebenarnya merupakan kran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Morowali. Namun, tidak pernah merasakan berkah dari adanya perusahaan tambang, termarginalkan oleh derap pembangunan yang tidak berpihak kepada masyarakat asli daerah tersebut.


"Justru tambang-tambang itulah yang telah merusak zona kenyamanan masyarakat," jelas politisi PSI dengan nomer urut 3 ini.

Maka, haulnya di DPRD tingkat II Morowali ini, selain me-restorasi soal tambang lewat regulasi yang pro wong cilik, dia juga ingin mendorong generasi milenial punya daya saing tinggi, sehingga tidak menjadi penonton dalam pembangunan. 

"Morowali itu sumber inspirasi saya. Bahwa berkah alam harus diimbangi dengan SDM yang mumpuni, terlebih di era global saat ini, termusuk ibu-ibu muda harus maju dan mandiri di bidang ekonomi," tuturnya, menyebut ke depan lembaga pelatihan harus diberdayakan oleh Pemda Morowali demi mengejarnya ketertinggalan SDM.


LIA

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077