10 Maret 2019 | Dilihat: 383 Kali
Pedepokan Abah Anom
Persatukan Anak Bangsa Lewat Seni Budaya
noeh21
Suasana di Pedepokan Abah Anom nampak terlihat penuh kebersamaan.
 


HiTvBerita.com - JAKARTA PUSAT|  Rasa kepedulian terhadap nilai seni budaya Indonesia untuk tetap dilestarikan keberadaannya agar tetap terjaga sebagai bagian dari indentitas diri Bangsa Indonesian yang kaya akan budaya seninya yang beragam, dan ditenggarai rasa kepedulian dalam menjaga nilai-nilai warisan leluhur sudah mulai luntur dan sudah terkontaminasi oleh pengaruh budaya asing, khususnya yang terjadi didalam kehidupan sosial masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan.

Perubahan nilai-nilai kehidupan sosial yang begitu pesat saat ini, telah menimbulkan dampak negatif jika tidak cepat dilakukan langkah kongkret yg dilakukan oleh pemerintah dan juga peran aktif masyarakat luas sebagai bagian dari kekuatan komponen bangsa. 

Kegalauan yang seperti itu yang dirasakan saat ini oleh pengasuh Pedepokan Abah Anom. Melalui tempat Pedepokannya yang berlokasi di JL. Jendral Ahmad Yani, Kompleks Patra II,  Cempaka Putih, Jakarta Pusat, ditempat itui, melalui pendekatan bidang  seni-budaya yang diajarkan kepada peserta didik yang datang ke pedepokan, mampu membangun perspektif diri mereka bahwa perbedaan itu sebenarnya adalah sebuah kekuatan. 

Maka tidak mengherankan, jika pedepokan asuhan KH Abah Anom selalu dipenuhi oleh peserta yang ingin belajar dari berbagai tingkatan usia, dan yang datangpun tidak hanya datang dari berbagai wilayah Indonesia saja, tapi tidak jarang justru datang dari mancanegara. 

Masuknya budaya asing di indonesia sangatlah berpengaruh buruk bagi kelangsungan sejarah seni dan budaya di indonesia. Bahkan tanpa kita sadari, masuknya budaya asing dari luar bisa mengikis minat generasi muda untuk mempelajari seni dan budaya di Republik tercinta ini.

Masuknya budaya asing inipun tanpa kita sadari dapat berimbas kepada rasa nasionalis generasi muda kita menjadi semakin pudar.

Padahal, jika dihayati betapa para pendiri bangsa ini telah bersusah payah dan bahkan nyawa mereka dijadikan taruhannya demi mempertahankan  setiap  jengkal  tanah di republik ini, agar tidak terampas oleh kaum penjajah.

Disebutkan dalam sebuah etos perjuangan bangsa pada masa pergerakan dulu, dimana kekuatan seni dan budaya ketika itu memiliki peranan penting, sebagai bagian dari alat perjuangan  melawan penjajah.

Melalui dalam sebuah cerita lakon atau dalam sebuah pagelaran seni lainnya, pesan-pesan perjuangan kerap dimunculkan dalam bentuk isyarat- isyarat  sebagai pesan perjuangan yang mampu mengobarkan semangat para pejuang bangsa ketika masa itu,  dalam rangka mengusir kaum agresor.

Pentingnya meletakan peran seni dan budaya bangsa Indonesia, dalam rangka mengisi kemerdekaan saat ini rasanya bagaikan melukis diatas batu es, jika semua para steak holder di republik ini tidak ada perhatian. 

Dan, dipastikan jika hal ini tidak disikapi secara seksama, maka dalam sekejap kekuatan seni budaya bangsa Indonesia akan sirna, tergerus oleh derasnya pengaruh budaya asing yang kian menohok ke seluruh strata kehidupan anak bangsa lewat berbagai cara.

 Hal ini yang menginisiasi terhadap gerakan kepedulian yang dilakukan secara langsung  oleh Abah Anom yang menjadikan padepokan yang di pimpinnya tersebut, sangat berbeda dengan padepokan yang ada di Indonesia.

Di Pedepokan Abah Anom  ini tempat berkumpulnya seluruh elemen anak bangsa  dari berbagai suku tanpa membedakan satu sama lainnya, bahkan tidak jarang tamu dari negeri tetangga seperti Malaysia, Singapure dan lainnya berkunjung ke padepokan Abah Anom. 

(Cardi Santoso| wartawan contributor Hitv)

Terkait

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077