16 Januari 2019 | Dilihat: 155 Kali
KAPOLRES LAWANG EMPAT DICOPOT
noeh21
 

HiTvBerita.com - PALEMBANG | Positip mengkonsumsi narkoba, Kapolres Empat Lawang di Sumatera Selatan, AKBP Agus Setiawan, dicopot dari jabatan karena hasil tes urine positif pengguna sabu dan ekstasi.

Mengetahui anak buahnya mengkonsumsi narkoba, Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain marah dan menyebut tak tahu diri. Dengan tegas Kapolda mengatakan tidak ada kasus lain yang menyebabkan sang kapolres dicopot kecuali kasus narkoba. Bahkan jabatan kapolres tidak menjadi alasan untuk menunda penyelidikan oleh Propam.

"Iya (dicopot) terkait kasus itu. Masalah narkoba ini sensitif, jadi ini tindak tegas terhadap pemberantasan narkoba," kata Zulkarnain, Rabu (16/1/2019).

Tidak hanya itu, secara tegas Zulkarnain mengaku akan segera melakukan serah-terima jabatan kepada Kapolres terbaru, AKBP Eko Yudi. Ia pun menyebut bahwa Kapolres Agus Setiawan tidak tahu diri. 


"Sertijab secepat-cepatnya, kalau bisa hari Jumat besok ini saya sertijab dia. Jadi memang 'nggak tahu diri', dia kan polisi kok begitu, sedih saya," katanya. 

Sebagaimana diketahui, Agus Setiawan positif mengkonsumsi sabu dan ekstasi setelah menjalani tes urine yang dilakukan secara mendadak, Jumat (11/1/2019). Kepada Kapolda Agus memberikan keterangan berbelit dan tidak tentu arah.

"Yang bersangkutan tidak tahu kenapa dia positif. Kita lihat nanti pada sidang disiplin ya. Jadi dia ini dipanggil bukan ditangkap," imbuh Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Didi D Hayamansyah menyambung pernyataan Kapolda.


Didi menyebut tes urine dilakukan secara mendadak bagi seluruh pejabat utama di jajarannya. Termasuk di antaranya para Kapolres di 17 Kabupaten/Kota yang ada di Sumatera Selatan. 

"Kemarin tes urine semua untuk pejabat utama. Kapolres pun ikut, dan salah satu ada yang positif (amfetamin) nanti ya akan sidang disiplin," kata mantan Wakapolresta Palembang ini.


Ditempat terpisah, Pakar hukum pidana Prof Hibnu Nugroho menganggap perilaku Kapolres tersebut sudah keterlaluan dan wajib dihukum lebih berat daripada pelaku kasus narkoba lainnya.

"Ini sangat fatal, apalagi dia setingkat Kapolres, hukumannya tidak bisa disamakan dengan umumnya. Harus lebih berat," ucap pakar hukum pidana dari Universitas Jenderal Sudirman, Prof Hibnu Nugroho, Rabu (16/1/2019).

Dia menjelaskan, polisi sebagai penegak hukum seharusnya menjauhi narkoba. Kapolres tersebut harus dibawa ke peradilan umum meski statusnya hanya pemakai narkoba.

"Jadi jangan dibawa di etik saja, harus dibawa ke peradilan umum. Hukumannya harus lebih berat," pungkasnya.

Selain itu, lanjut Hibnu, Polri jangan hanya melakukan penegakan hukum kepada AKBP Agus. Menurutnya, harus dibongkar semua jaringan narkoba di Empat Lawang.

"Jangan cuma di kapolres saja, jangan-jangan karena pakai narkoba ada kerja sama dengan pengedar, bandar, dan itu yang harus dibongkar," tuturnya.

OTHONE

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077