11 Desember 2018 | Dilihat: 181 Kali
Irawan Maulana Korban Selamat di Nduga Papua
Tiba Hari Ini Di Mapolda Jabar
noeh21
Suasana Dalam Ruangan Riung Mungpulung Mapolda Jabar, nampak Irawan dan Keluaraganya didampingi Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto. (dok.foto/inter/yog)
 

HiTvBerita.com-BANDUNG| Irawan Maulana (22), warga Kampung Papandak, Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, adalah salah satu korban selamat dalam peristiwa penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap pekerja di Nduga Papua. Irawan tiba di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/12/2018). sekitar pukul 08.00 Wib pagi tadi, ia turun dari mobil yang ditumpanginya didampingi oleh Kapolres Kabupaten Garut, AKBP Budi.

Irawan kemudian melangkah ke ruang Riung Mungpulung Mapolda Jabar. Sementara di ruang yang dituju telah menunggu sanak keluarganya yang tengah duduk bersama Kapolda Jabar, Irjen Agung Budi Maryoto. Hari itu pihak keluarga bersama Kapolda Jabar memang sudah menjadwalkan waktu secara khusus untuk menyambut kedatangan Irawan.

Suasana haru dalam ruangan itu nampak terasa ketika Irawan bertemu dengan keluargannya. Terlebih ketika ia merengkuh menciumi tangan ibunya dan saudaranya yang lain. Air matapun tak terasa menetes dipipi tidak hanya Irawan, juga orang-orang yang berada di ruang itu “terjerembab” dalam suasana kebatinan hati yang sama. Mengharu biru.

Bahkan rasa keharuan itu masih terasa membekas pada diri Irawan. Ia menjadi sulit untuk berujar kata-kata ketika dirinya diberondong pertanyaan oleh awak media. Sepertinya Irawan masih terjebak dalam suasana trauma atas peristiwa penyerangan kelompok KKB di Nduga Papua, yang nyaris merenggut nyawanya tersebut.

Ia hanya mampu berkata singkat itupun dengan sedikit terbata-bata, Irawan mengucapkan terima kasih kepada institusi TNI/Polri yang telah berhasil menyelamatkannya.  

Irawan adalah pekerja asal Garut, Jawa barat, ia mendapat tugas dari perusahaan tempatnya bekerja untuk memasang jaringan kabel pada salah satu provider Telkom, yakni proyek pembangunan PT Istaka Karya di Nduga Papua. Ia sudah bekerja selama 8 bulan di wilayah Papua ditempat yang berbeda. Sementara di Nduga sendiri, Irawan baru menetap beberapa minggu saja sebelum peristiwa penyerangan itu terjadi.

Peristiwa penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata itu tentu saja menjadikan risau bagi pihak keluarga para korban. Salah satunya adalah keluarga Irawan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang mengetahui adanya insiden tersebut justru dari berita media.
Mas Pupah (26) yang merupakan kakak kandung Irawan, juga bersama suaminya Iwa Hamzah (32), lantas mencari tahu tentang kabar dan keberadaan Irawan paska penyerangan tersebut ke berbagai sumber.

Dan, akhirnya kabar baik itu datang dari pihak kepolisian yang datang ke kediaman Irawan di Garut, dan memberikan khabar bahwa Irawan termasuk salah satu korban yang selamat, atas insiden penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di Nduga Papua tersebut.  Atas berita itu pihak keluarga Irawan pun merasa tenang dan terlebih setelah beberapa hari kemudian pihak keluarga mendapat khabar lewat telepon selullar dari Irawan langsung.

Dalam keterangannya kepada awak media, Kapolda Jabar Irjen Agung Maryoto menjelaskan bahwa penjemputan terhadap Irawan di Nduga Papua, dilakukan oleh personil Sat Brimob Polda Jabar. Irawan berangkat dari Nduga Papua pada hari Senin (10/12/2018), sekitar pukul 12.00 Waktu Indonesia Timur (WIT), dan tiba di Bandung pada Selasa pagi (11/12/2018), sekitar pukul 08.00 WIB. 

Sat Brimob Polda Jabar yang melaksanakan tugas BKO ke Papua tersebut adalah sebanyak 100 personel (Red- 1 SSK), dibawah pimpinan Danki 1 Batalion B Pelopor, Iptu Zulkarnaen. Mereka berangkat ke Papua menggunakan salah satu maskapai penerbangan komersial dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Provinsi Banten, pada hari Selasa tanggal 4 Desember 2018.

Pasukan Sat Brimob Polda Jabar yang melaksanakan BKO di Papua sendiri akan bertugas selama empat bulan terhitung mulai tanggal 1 Desember 2018 sampai dengan 31 Maret 2019. Pasukan elite dari institusi kepolisian tersebut, mendapat mandate tugas dalam rangka mengamankan Obyek Vital Nasional yang terdapat di Papua. Khususnya dalam rangka tugas mengantisipasi situasi Kamtibmas di Papua yang ditenggarai sangat fluktuatif, terutama tindakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kerap melakukan gangguan keamanan dan ketertiban kepada masyarakat umum dan juga obyek-obyek penting milik pemerintah.

Dalam keterangan Pers, Kapolda Irjen Agung Budi Maryoto, menyebutkan bahwa kondisi Irawan saat ini dalam keadaan baik. Namun, menurutnya korban saat ini perlu diberikan pelayanan trauma healing untuk memulihkannya kembali secara psikis.
"Kami telah menugaskan kepada psikiater dan psikolog yang berada di Bid Dokkes Polda Jabar, untuk memeriksa kondisi psikis yang bersangkutan. Dan, setelah usai pemeriksaan kejiwaan itu, kami akan antar ke kediamannya, di Garut," ujar Irjen Agung Budi Maryoto kepada HiTvBerita.com. (has/yog)

 

Terkait

Alamat Redaksi/ Tata Usaha

GRAHA HIJRAH INSANI
Jalan Poncol, Gang Koperasi RT.003/ RW. 007
Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas,
Jakarta Timur 13740
Telp. 021-22328077